Monthly Archives: August 2015

Promotion Plus from Periplus 2015

Indonesia-International-Book-Fair-2015

Indonesia International Book Fair (IIBF) adalah event tahunan pameran buku skala internasional yang diselenggarakan Ikatan Penerbit Indonesia. IIBF kini sudah membuat aplikasi Android nya. Aplikasi ini akan memudahkan Anda menemukan lokasi stand pameran, mengkontak para penerbit peserta pameran, dan memberikan informasi seputar kegiatan pameran. Anda dapat mendownloadnya disini: http://bit.ly/1O33Tvp

Simak pula: Para Peserta Pameran : http://iibf.id/peserta

Promo Plus dari Periplus , Hanya di IIBF 2015 (Indonesia)

Selama penyelenggaraan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2015, toko buku Periplus menawarkan sejumlah promosi menarik bagi pengunjung booth-nya. Tak hanya diskon dan paket buku murah seperti yang lazim dilakukan toko buku yang mulai merambah online marketing ini. Di antara:

1. Bagi pelanggan baru yang mendaftar “Periplus Elite Card Membership” di eKiosk PERIPLUS, akan mendapat e-voucher senilai Rp 50,000,- Promosi ini hanya berlaku di eKiosk PERIPLUS (IIBF), Cendrawasih Room, Booth No.2, Jakarta Convention Center. Tautan untuk mendaftar: https://www.periplus.com/account/Register

2. Diskon 50% untuk pembelian buku “Guinness World Records 2015″ di eKiosk PERIPLUS (IIBF), semua eKiosk toko & Periplus.com.

3. Diskon 25% untuk buku-buku John Green di eKiosk PERIPLUS (IIBF), semua eKiosk toko & Periplus.com. (hanya pada 3 September 2015, pukul 14.00-17.00 WIB).

4. Diskon 25% untuk buku-buku E.L James di eKiosk PERIPLUS (IIBF), semua eKiosk toko & Periplus.com. (hanya pada 4 September 2015, pukul 14.00-17.00 WIB)

Untuk informasi lebih lengkap, silakan buka situs dan media sosial Periplus:
www.periplus.com
Instagram: @periplusid
Twitter: @periplus_store
Blog: Blog.Periplus.com
Email: customercare@periplus.com

 

Promotion Plus from Periplus, Only At IIBF 2015 (English)

During the Indonesia International Book Fair (IIBF) 2015, Periplus Bookstore offers a number of attractive promotions for visitors of its booth. Not only discounts and cheap books as commonly done by this bookstores but also some marketing online offer as follow:

1. For new customers who register Periplus Elite Card Membership in our eKiosk will get an e-voucher Rp 50,000. This promotion valid only at our eKiosk at IIBF (IKAPI) Cendrawasih Room, Booth No.2, Jakarta Convention Center. Link for register: https://www.periplus.com/account/Register

2. Get 50% Off for Guinness World Records 2015 at Periplus.com, all eKiosk & eKiosk at IIBF (2-6 September 2015).

3. Get 25% Off for John Green Books at Periplus.com, all eKiosk & eKiosk at IIBF (3 September 2015, 14.00-17.00)

4. Get 25% Off for E.L James Books at Periplus.com, all eKiosk & eKiosk at IIBF (4 September 2015, 14.00-17.00)
For further information about this promotion, please link to Periplus Bookstore website and social media:
www.periplus.com
Instagram: @periplusid
Twitter: @periplus_store
Blog: Blog.Periplus.com
Email: customercare@periplus.com

author-instaguinnessworld-mailchimp_IIBF

IIBF_Periplus_Map

 

FacebookTwitterGoogle+Blogger PostLineWhatsAppGoogle GmailShare

Tim Hannigan dan Periplus Luncurkan Buku Sejarah Indonesia yang Lebih Fun

23789_tim_hannigan_dan_periplus_luncurkan_buku_sejarah_indonesia_yang_lebih_fun (1)

By Majalah Intisari (Gita Laras Widyaningrum)

Intisari-Online.com – Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-70, Tim Hannigan, pengarang buku asal Inggris, meluncurkan buku terbarunya , A Brief History of Indonesia, di Periplus Plaza Indonesia (20/8). Buku ini merangkum kisah Indonesia dari masa prasejarah hingga pemilihan presiden 2014 lalu.

Saat pertama kali menjejakkan kaki di Indonesia, Tim mengaku sudah tertarik dengan negara ini. Ia juga selalu tertarik dengan kisah sejarah negara-negara yang dikunjunginya. Pria lulusan University of Gloucestershire ini pun mengunjungi salah satu toko buku di Bali untuk mencari lebih banyak mengenai sejarah Indonesia. Namun, apa yang ia temukan ternyata tidak sesuai harapannya. Kebanyakan buku-buku tentang sejarah Indonesia terdiri dari kata-kata ‘berat’ dan membosankan. Oleh karena itulah, akhirnya Tim ingin membuat buku sejarah Indonesia yang diceritakan secara fun dan menarik.

“Tujuan membuat buku ini bukan untuk mengubah cara pandang, tapi bagaimana caranya agar sejarah Indonesia menarik untuk dibaca. Agar orang-orang lebih tertarik dan antusias pada Indonesia,” ujar Tim dengan semangat. Dengan buku ini, ia ingin memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia agar para pelancong asing tertarik untuk mengunjungi Indonesia.

Proses menulis buku ini memerlukan waktu dua tahun. Namun, pencarian data mengenai sejarah Indonesia sendiri memakan waktu hingga 10 tahun. Data yang sangat banyak itu cukup menyulitkan Tim saat penyusunan buku ini. “Merangkum banyak sejarah agar ceritanya lebih pendek dan simpel, itu yang sulit” cerita Tim.

Pria yang sudah tinggal di Indonesia selama 13 tahun ini harus merencanakan dan menentukan dengan baik cerita apa yang ingin disampaikan pada setiap bab di bukunya. Agar lebih menarik, buku ini ditulis dengan gaya bercerita dan menonjolkan karakter utama.

Buku Tim sebelumnya yang berjudul Raffles and the British Invasion of Java saat ini sedang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Untuk itu, ke depannya Tim berharap buku A Brief History of Indonesia ini juga bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan bisa didistribusikan ke sekolah-sekolah di Indonesia, agar anak-anak dan remaja bisa menyukai sejarah. Ia melihat, penyebab utama mengapa mereka tidak suka membaca buku sejarah adalah karena penjelasannya yang bertele-tele dan membosankan.

Source: http://bit.ly/1h7EJRG (Intisari-online.com)

BUY-NOW-pink

Tim Hannigan Terbitkan Buku Sejarah Indonesia Dengan Gaya Bercerita

Mr_Tim_HanniganBisnis.com, JAKARTA- Tim Hannigan, penulis sejarah asal Inggris, menerbitkan buku tentang sejarah Indonesia dengan gaya bercerita yang merupakan buku keduanya.

Setelah sukses menceritakan bagaimana Raffles dan Bangsa Inggris menjajah Indonesia, Tim kembali mengeluarkan hasil tulisannya. Meski gaya tulisannya sengaja bercerita, semua hal yang dituliskan merupakan fakta. Buku berjudul A Brief History of Indonesia ini berisi tentang Indonesia di masa prasejarah hingga era 2015.

“Semua yang ada adalah fakta. Tapi sengaja saya buat dengan gaya bercerita,” ujarnya dalam jumpa pers di Periplus, Plaza Indonesia, Kamis (20/8/2015).

Lebih lanjut, dia menganggap Indonesia memiliki sisi sejarah menarik. Oleh karena itu, sebagai penulis sejarah dia mengaku tak keberatan untuk meluangkan waktu mencari sumber-sumber terpercaya.

Proses tersulit dalam prosesnya adalah untuk memastikan semua yang ditulisnya. Dua tahun merupakan waktu yang diperlukannya untuk menuliskan dan membuat beberapa perbaikan.

Padahal, 10 tahun dihabiskan untuk ‘berbelanja’ bahan-bahan yang akan dituangkannya ke dalam buku. Dengan demikian, dia juga mencicil membuat ceritanya melalui bagian-bagian yang terpisah. Selain itu, sebuah karakter juga diangkat untuk memudahkannya bercerita. Continue reading

“Salah Kalau Senang Dijajah Inggris…”

279e69af55ed30455aa45cf0baf0e7bd_thumb

 

 

 

 

 

 

 

 

Kedaulatan Rakyat Online
YOGYA (KRjogja.com) – Ada sementara orang Indonesia berpendapat sama-sama dijajah, lebih senang dijajah Inggris daripada Belanda. Orang yang berpendapat seperti itu mungkin hanya melihat Singapura dan Malaysia, tidak melihat bagaimana India yang juga dijajah Inggris, saat ini penduduknya 30% buta huruf.

Pendapat tersebut dikemukakan oleh Tim Hannigan orang Inggris yang menulis buku “A Brief History of Indonesia” terbitan Periplus Book Store saat peluncuran buku berbahasa Inggris tersebut di Balai Bahasa DIY, Rabu (12/8). Tim Hannigan menulis bukunya dengan mengambil sumber dari perpustakaan London dan buku ‘Bedhahe Ngayogyakarta’. Menurutnya, data akurat, tetapi Tim Hannigan sengaja menulis dengan gaya ringan agar menyenangkan.

“Saya ingin menulis buku yang ringkas, agar orang lebih mudah dan menyukai maka dibuat lebih menyenangkan. Tidak seperti membaca buku pelajaran,” kata Tim Hannigan.

Persiapan menulis buku sekitar 10 tahun dengan mempelajari berbagai sumber, sedang proses pembuatan buku selama dua tahun.

Drs Heri Mardianto peneliti dari Balai Bahasa DIY menyebutkan Tim Hannigan seorang “backpacker” yang selalu terinspirasi oleh kesejarahan di tiap daerah yang disinggahinya. Tim Hannigan menulis dan menceritakan sejarah secara naratif dan detil ditulis seperti genre kisah perjalanan. Menceritakan Candi Borobudur sebagai gunung batu, Masjid Demak sebagai Masjid Candi, Jakarta kota dengan banyak nama. Dalam sastra Jawa juga ada bentuk penulisan perjalanan seperti itu, misalnya “Lelampahanipun Pak Kabul” yang menceritakan perjalanan Pak Kabul ke berbagai daerah.

Managing Director Periplus Bookstore Judo Suwidji menjelaskan, Periplus banyak menerbitkan buku-buku budaya di Asia terutama Indonesia. Peluncuran buku tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan ke 70 Bangsa Indonesia. (War)
Source: http://bit.ly/1Jx3ttc

BUY-NOW-pink