Tips Memilih Buku Import untuk Anak

Bagikan Artikel

Halo Periparents! Gimana nih, udah akhir semester 1 lho, sekolah anak lancar? Kebutuhan susu atau MPASI tercukupi? Yang paling penting, quality time sama keluarga dan buah hati ga boleh diskip ya!Biasanya nih ya, akhir bulan gini si kecil udah apal kapan Mom and Dad siap dimintain ini itu. Gatau deh, ko bisa gitu. Hihi.

Engga sedikit yang sharing kadang kala bingung mau kasih apa, kalau kasih cash takutnya buat top up diamond di minimarket terdekat. Duh, ribet~Nah Perimin usul nih, Periparents siapkan buku buat anak-anak saja. Gaperlu bingung buku apa yang kudu dikasih ke mereka. Berikut ini Perimin udah siapin tips and tricks memilih buku yang tepat. Dijamin, ga sampe lima menit, Periparents auto ahlinya ahli dalam memilih buku.Oiya, ini ada Periparents yang membagikan beberapa contoh buku untuk toddlers.

I Count To 100

Sebelum belajar angka abstrak, buku ini menunjukkan pengelompokan persepuluhan dengan pendeketan “concrete dan pictorial” gaya Singapura. Contohnya, ada 100 anjing, 100 kue, 100 dinosaurus, sampai 100 mobil. Di setiap 100 mobil, ada 10 kelompok mobil dengan warna-warni yang berbeda.

Old MacDonald Had a Farm

Buku ini mengajak berhitung mundur dari 10 sampai 1 sambil nyanyi lagu Old MacDonald. Si MacDonald punya 10 hewan ternak. Jenis hewan akan silih berganti tiap membalik halaman. Syair lagu dapat diganti, tentu saja ini memudahkan dalam belajar menghitung.

Thomas Ten Little Engines

Siapa sih yang ga kenal Kereta Thomas, kisahnya sangat menyenangkan. Perjalanan Thomas dan teman-temannya bagaikan “sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui”. Selain belajar berhitung, toddler juga belajar mengenali kosakata binatang dan alam.

Never Touch the Sharks

Buat anak usia 6 bulan-24 bulan, cocok deh punya ini. Lewat karakter Shark, anak belajar rangsangan sentuhan pada setiap bagian tubuh para Shark yang terbuat dari karet. Setiap membalik halaman, jumlah Shark juga berkurang. Pas buat anak-anak mengenali konsep dasar jumlah dan hitungan mundur dari 5 ke 1.

Baca Juga :  Tulisan Tangan Masih Perlu Diajarkan?