
Ketika dunia berubah, hal-hal yang dulu terasa pasti perlahan ikut bergeser. Rumah tak lagi terasa sama, hubungan berubah, identitas dipertanyakan, dan masa depan terasa semakin sulit ditebak. Dalam Long list dalam Booker Prize 2026 ini, para penulis membawa kita menyusuri kisah tentang kehilangan, keterasingan, ingatan, keluarga, dan manusia yang berusaha menemukan pijakan ketika dunia lama tak lagi memberi jawaban. Mari menjelajahi ketiga belas dunia ini bersama Perimin. Barangkali, di antara cerita-cerita yang mereka ciptakan, kita justru menemukan bahasa untuk memahami dunia kita sendiri.
The Shadow of the Object

ISBN-13: 9781784746377
Keywords: Literary Fiction, Booker Prize 2026, Booker Prize Longlist, Literary Fiction, Contemporary Literature, Psychological Fiction, Surrealist Fiction, Philosophical Fiction, Friendship And Grief, Mortality And Desire, Memory And Imagination, Reality And Perception
Kepulangan Flora ke Meksiko berubah menjadi pengalaman yang ganjil setelah anjing keluarganya menggigit tangannya hingga ia harus menjalani beberapa operasi di rumah sakit. Di sanalah ia bertemu Wilhelmina, perempuan lanjut usia asal Jerman yang mengoleksi mainan dan berbagai perangkat hiburan dari masa sebelum sinema dikenal luas. Keduanya kemudian sering berbincang di lorong rumah sakit, membicarakan banyak hal dalam percakapan yang terkadang terasa seperti mimpi. Flora semakin terpikat pada dunia Wilhelmina ketika perempuan itu memperlihatkan pertunjukan magic lantern, sebuah pengalaman yang terus membekas dalam pikirannya. Setelah sebuah peristiwa tak terduga, Flora mendapat tugas penting yang membawanya kembali ke London dan mempertemukannya dengan Max, putra Wilhelmina. Pertemuan tersebut berkembang menjadi persahabatan yang tidak biasa, sementara Flora mulai menyadari bahwa ingatan dan imajinasinya perlahan memengaruhi cara ia memahami kenyataan. Melalui The Shadow of the Object, Chloe Aridjis membawa pembaca menyusuri pengalaman Flora sambil membicarakan persahabatan, kehilangan, hasrat, perubahan, dan kematian dengan cara yang tenang sekaligus penuh teka-teki. Permainan cahaya dan bayangan yang hadir sepanjang cerita juga menjadi bagian penting dalam menggambarkan betapa mudahnya batas antara sesuatu yang nyata dan sesuatu yang kita bayangkan bergeser. Masuk dalam daftar panjang Booker Prize 2026, novel ini menawarkan kisah yang tidak tergesa-gesa memberikan jawaban dan justru mengajak pembaca menikmati berbagai keanehan serta pertanyaan yang muncul sepanjang perjalanan Flora.
Switzy

ISBN-13: 9781784746643
Keywords: Literary Fiction, Booker Prize 2026, Booker Prize Longlist, Literary Fiction, Contemporary Fiction, Psychological Fiction, Emma Cline, Switzy, Ageing, Memory, Human Consciousness, Identity, Family Relationships, Father Daughter Relationship
Ada satu tujuan terakhir yang ingin dicapai David, seorang pensiunan eksekutif yang kini harus berhadapan dengan ingatan yang semakin sulit ia kendalikan. Dalam Switzy, Emma Cline membawa pembaca mengikuti perjalanan David melintasi Eropa bersama asistennya, mulai dari singgah di London untuk bertemu putrinya, menemui seorang kawan lama di Prancis, hingga akhirnya menuju sebuah klinik di Zurich. Sepanjang perjalanan, David masih menjalani berbagai hal yang tampak biasa, berpindah dari bandara ke hotel dan dari satu kota ke kota lainnya. Perlahan, masa lalu mulai menyusup ke dalam kesehariannya dan membuat batas antara apa yang sedang terjadi dan apa yang pernah terjadi semakin samar. Bahkan sebuah buku catatan yang dipenuhi pengingat penting tak banyak membantu karena David mulai kesulitan membaca tulisan tangannya sendiri. Dari perjalanan tersebut, Cline mengajak pembaca memasuki pikiran seorang lelaki yang selama hidupnya dibentuk oleh pekerjaan, keluarga, keputusan, pencapaian, dan berbagai kompromi. Semakin dekat David dengan Zurich, semakin jelas pula pertanyaan yang berada di jantung cerita: apa yang masih tersisa dari diri seseorang ketika hal-hal yang selama ini membentuk kehidupannya perlahan terlepas? Masuk dalam longlist Booker Prize 2026, Switzy menghadirkan kisah tentang usia, ingatan, keluarga, dan kesadaran manusia melalui sudut pandang yang tenang sekaligus menyentuh. Novel ini dapat menjadi pilihan menarik bagi pembaca yang menyukai fiksi sastra dengan penokohan kuat, pergulatan batin yang mendalam, dan cerita yang terus membekas setelah halaman terakhir.
Helen of Nowhere

ISBN-13: 9781804272206
Keywords: Literary Fiction, Booker Prize Longlist, Literary Fiction, Contemporary Literature, Philosophical Novel, Psychological Fiction, Experimental Fiction, Rural Life, Simple Living, Search For Happiness, Human Desire, Personal Transformation
Sebuah rumah di tengah pedesaan tampaknya menjadi tempat yang tepat bagi seorang profesor yang tengah menghadapi kehancuran reputasi untuk memulai hidup dari awal. Saat berkeliling melihat rumah tersebut bersama seorang agen properti, ia mendengar cerita tentang Helen, pemilik sebelumnya yang misterius dan terasa masih meninggalkan jejak di setiap sudut rumah. Helen memilih menjalani kehidupan yang sederhana, dekat dengan alam, dan jauh dari berbagai tuntutan yang selama ini membentuk kehidupan sang profesor. Semakin banyak cerita yang ia dengar, semakin besar pula keyakinannya bahwa hidupnya belum benar-benar berakhir dan masih ada kesempatan untuk memilih jalan yang berbeda. Rumah tersebut pun mulai terlihat sebagai pintu menuju kehidupan tenang yang selama ini sulit ia miliki. Namun, menjelang malam, muncul tanda-tanda bahwa kesempatan itu datang dengan harga yang jauh lebih aneh dan mahal daripada yang ia bayangkan. Dalam Helen of Nowhere, Makenna Goodman membangun kisah yang bergerak perlahan dari persoalan seorang manusia menuju pertanyaan yang lebih luas tentang kebahagiaan, pilihan hidup, dan pengorbanan. Suasana pedesaan yang tenang berpadu dengan misteri yang semakin kuat, membuat pembaca terus bertanya-tanya tentang Helen dan apa yang sebenarnya menanti sang profesor di rumah tersebut.
The End of Everything

ISBN-13: 9781800812949
Keywords: Literary Fiction, The End Of Everything, M. John Harrison, Booker Prize 2026, Booker Prize Longlist, Post-Apocalyptic Novel, Speculative Fiction, Literary Science Fiction, Dystopian Fiction, Contemporary Fiction, British Fiction, Apocalyptic Fiction
Dunia sudah banyak berubah sejak sebuah krisis besar terjadi bertahun-tahun lalu, meski tak seorang pun benar-benar dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Di tengah keadaan tersebut, Phillip Tennent menjalani hidup dengan menyusuri garis pantai dan mengumpulkan benda-benda yang terbawa arus dari Selat Inggris. Pemerintahan nyaris tak lagi berfungsi, makhluk-makhluk asing mulai memenuhi lautan, dan Eropa bahkan seperti lenyap begitu saja. Rutinitas Phillip berubah ketika ia menemukan sesuatu yang jauh berbeda dari benda-benda yang biasa terdampar di pantai: sesosok makhluk yang terus berubah bentuk. Ia kemudian membawanya menuju pedalaman, sebuah perjalanan yang perlahan membuat segala hal yang selama ini ia pahami tentang dunia terasa semakin tidak pasti. Melalui The End of Everything, M. John Harrison membangun kisah pascaapokaliptik yang aneh, muram, dan sesekali menyelipkan humor gelap untuk menggambarkan dunia yang sedang kehilangan keteraturannya. Di balik perjalanan Phillip, novel ini mengangkat pertanyaan tentang ingatan, teknologi, pengetahuan, serta kemampuan manusia memahami perubahan yang berlangsung terlalu cepat di sekelilingnya. Dunia yang digambarkan Harrison memang terasa ganjil, tetapi banyak kegelisahan di dalamnya justru terasa dekat dengan kehidupan manusia hari ini. Masuk dalam longlist Booker Prize 2026 dan menjadi bestseller The Times, novel ini layak dibaca oleh penggemar fiksi spekulatif yang menyukai cerita tidak biasa, penuh teka-teki, dan meninggalkan banyak hal untuk direnungkan setelah halaman terakhir.
The Disappearers

ISBN-13: 9780241714409
Keywords: Literary Fiction, Booker Prize Longlist 2026, Jamaican Literature, Jamaica, Kingston Jamaica, LGBTQ+ Fiction, Queer Fiction, Gay Fiction, Literary Fiction, Historical Fiction, Social Issues, Homophobia, Discrimination, Identity, Trauma
Kingston, Jamaika, pada 1988 bukanlah tempat yang aman bagi delapan laki-laki gay yang memutuskan untuk mengikuti audisi sebuah pertunjukan teater queer. Mereka sadar bahwa keputusan tersebut berisiko, tetapi tak seorang pun menduga sebuah sesi latihan akan berakhir dengan serangan massa yang menewaskan satu orang, melukai beberapa lainnya, dan membuat dua orang kemudian menghilang. The Disappearers mengikuti kehidupan mereka setelah malam itu, ketika luka yang tersisa jauh lebih sulit disembuhkan daripada yang mereka bayangkan. Ada yang berusaha melupakan kejadian tersebut, ada yang menyimpan kemarahan, sementara sebagian lainnya memilih menjauh dan menghilang dari kehidupan yang pernah mereka kenal. Perlahan, pertanyaan tentang dua orang yang hilang dan siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu membawa cerita ke dalam pencarian yang panjang dan penuh ketidakpastian. Marlon James menempatkan perjalanan tersebut di tengah masyarakat Jamaika yang masih menyimpan prasangka kuat terhadap mereka yang hidup di luar norma heteroseksual. Melalui pengalaman para karakternya, pembaca diajak melihat bagaimana diskriminasi dan kekerasan dapat terus memengaruhi seseorang bahkan setelah peristiwanya berlalu.
Black Bag

ISBN-13: 9781399826112
Keywords: Literary Fiction, Booker Prize Long List 2026, Black Bag, Luke Kennard, Literary Fiction, Contemporary Fiction, Satirical Novel, Campus Novel, Dark Comedy, British Fiction, Experimental Fiction, Psychological Fiction, Social Satire
Ketika sedang menganggur dan hampir kehabisan uang, pekerjaan seaneh apa pun mungkin terasa layak untuk dicoba. Seorang aktor yang berada dalam situasi tersebut akhirnya menerima tawaran dari Dr Blend, profesor universitas yang tengah melakukan eksperimen psikologis terhadap para mahasiswanya. Pekerjaannya cukup ganjil: ia harus masuk ke dalam sebuah tas hitam berukuran besar dan duduk di belakang ruang kuliah selama beberapa pertemuan. Apa yang awalnya sekadar pekerjaan untuk mendapatkan uang kemudian berkembang menjadi situasi yang semakin rumit ketika keberadaannya mulai mengusik rasa ingin tahu orang-orang di kampus. Seorang profesor posthumanisme bahkan menjadikannya bahan penelitian baru dengan sebuah pertanyaan yang terdengar absurd: mungkinkah seseorang jatuh cinta kepada manusia yang terus bersembunyi di dalam tas? Sementara itu, sahabat masa kecil sekaligus teman serumah sang aktor justru melihat keanehan tersebut sebagai peluang yang bisa menghasilkan uang. Melalui Black Bag, Luke Kennard membawa pembaca menyusuri kehidupan kampus yang aneh dan kacau sembari menyinggung persoalan maskulinitas, kesepian, persahabatan, cinta, dan kehidupan modern. Kelucuan yang muncul dari berbagai situasi absurd perlahan membuka sisi rapuh para karakternya serta kebutuhan mereka untuk dipahami dan diterima oleh orang lain. Masuk dalam daftar panjang Booker Prize 2026, novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai satire cerdas, humor gelap, dan cerita unik yang mampu mengundang tawa sekaligus meninggalkan bahan renungan.
The Renovation

ISBN-13: 9780241745779
Keywords: Literary Fiction, Booker Prize 2026, Turkish Diaspora, Exile And Identity, Political Trauma, Family Drama, Istanbul Fiction, Immigrant Experience, Cultural Identity, Intergenerational Trauma, Absurdist Fiction, Surrealist Fiction
Sebuah renovasi apartemen membawa Dilara pada kejadian yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan: alih-alih mendapatkan kamar mandi baru, ia justru menemukan sebuah sel penjara Turki di dalam rumahnya. Awalnya, Dilara mengira keberadaan sel tersebut sebagai kesalahan, lelucon, atau bahkan ancaman, terlebih keluarganya telah lama meninggalkan Turki dan tidak pernah kembali. Namun, rasa kesal itu perlahan berubah menjadi penasaran ketika ia mulai mendengar suara para tahanan, melihat penjaga berlalu-lalang, dan mencium aroma roti simit yang membangkitkan ingatan tentang negeri asalnya. Tanpa disadari, sel misterius tersebut seperti membuka jalan yang membawa Dilara kembali pada Istanbul, kota yang selama bertahun-tahun hanya hidup dalam ingatan keluarganya. Semua itu terjadi ketika kehidupannya sendiri sedang jauh dari baik-baik saja: ayahnya berada di penghujung usia, suaminya dipenuhi kecemasan, tabungannya terus berkurang, dan ia tidak memiliki pekerjaan.
May We Feed the King

ISBN-13: 9781803513867
Keywords: Literary Fiction, Medieval History, Forgotten King, Royal Court, Reluctant Ruler, Historical Curator, Medieval Palace, British History, Historical Storytelling, Identity And Memory, Past And Present, Power And Leadership, Royal Intrigue
Ada kalanya ketertarikan pada masa lalu berkembang begitu jauh hingga membuat seseorang perlahan menjauh dari kehidupannya sendiri. Hal itulah yang dialami seorang kurator ketika pekerjaannya membawanya ke ruang-ruang pribadi sebuah istana abad pertengahan dan memperkenalkannya pada kisah seorang raja yang nyaris dilupakan sejarah. Dalam May We Feed the King, Rebecca Perry mempertemukan kehidupannya dengan sang raja, seorang penguasa yang sebenarnya tidak menginginkan takhta dan harus memimpin setelah kedua kakaknya meninggal dunia. Ketika keraguan terhadap kemampuan sang raja mulai beredar di lingkungan istana, muncul pula anggapan bahwa kerajaan mungkin akan lebih baik jika dipimpin oleh orang lain. Sementara itu, sang kurator semakin larut dalam sejarah yang ditelitinya dan menjadikan masa lalu sebagai tempat untuk menghindari persoalan dalam hidupnya sendiri. Dua kisah yang terpisah oleh waktu ini perlahan saling bercermin, terutama dalam persoalan mengenai identitas, kekuasaan, kerinduan, dan bagaimana seseorang memaknai hidupnya. Perry juga mengajak pembaca melihat sejarah sebagai sesuatu yang terus dibentuk melalui cerita, ingatan, dan cara manusia menafsirkan orang-orang yang pernah hidup sebelumnya. Hasilnya adalah novel historis yang tenang dan reflektif, dengan perpaduan antara drama istana dan pergulatan personal yang membuat ceritanya terasa dekat dengan kehidupan masa kini.
The Palm House

ISBN-13: 9781035021048
Keywords: Literary Fiction, Booker Prize 2026, Booker Prize Longlist, Literary Fiction, Contemporary Fiction, British Literature, Friendship Novel, Grief And Loss, Human Relationships, Emotional Fiction, Character Driven Fiction, Psychological Fiction
Ada persahabatan yang bertahan begitu lama hingga percakapan sederhana di sebuah pub terasa seperti bagian penting dari kehidupan. Bagi Laura dan Putnam, kebersamaan semacam itulah yang selama bertahun-tahun menjaga kedekatan mereka, dari berbagi gosip kantor dan mengenang masa remaja hingga mengeluhkan keadaan dunia. Belakangan, Putnam mulai sulit ditemui setelah kehilangan ayahnya dan menghadapi perubahan di majalah tempat ia mencurahkan sebagian besar hidupnya. Laura sendiri punya cukup banyak persoalan, mulai dari hubungan yang tidak mudah dengan ibunya, masa lalu yang masih membekas, hingga kehidupan sehari-hari yang jauh dari mapan. Meski demikian, ketika Putnam semakin kehilangan semangat, Laura berusaha tetap berada di sisinya dan membantunya melewati masa tersebut. Melalui The Palm House, Gwendoline Riley membawa pembaca mengikuti persahabatan dua orang dewasa dengan segala kerumitan, kekecewaan, dan bentuk perhatian kecil yang menyertainya. Riley menuturkan kisah ini dengan pengamatan yang tajam dan humor yang muncul secara halus dari percakapan maupun tingkah para tokohnya. Masuk dalam daftar panjang Booker Prize 2026, novel ini juga berbicara tentang kehilangan dan kesepian, serta tentang betapa berartinya memiliki seseorang yang tetap hadir ketika kehidupan sedang tidak berjalan baik. Dengan cerita yang ringkas dan karakter yang terasa dekat dengan kehidupan nyata, The Palm House cocok bagi pembaca yang menyukai fiksi sastra tentang hubungan manusia dan persoalan sehari-hari yang dituturkan secara cermat.
The Things We Never Say

ISBN-13: 9780241814307
Keywords: Literary Fiction, Elizabeth Strout, The Things We Never Say, Booker Prize 2026, Barack Obama Summer Reading List, Literary Fiction, Contemporary Fiction, Family Relationships, Human Relationships, Marriage, Loneliness
Ada banyak hal yang tidak pernah benar-benar kita ketahui tentang orang lain, bahkan ketika kita telah hidup bersama mereka selama bertahun-tahun. Artie Dam merasakan hal itu di tengah kehidupannya yang sekilas tampak baik-baik saja: ia mengajar sejarah di sekolah menengah, telah menikah selama tiga dekade, bergaul dengan para tetangga, dan sesekali membawa perahu layarnya ke Massachusetts Bay. Di balik keseharian tersebut, Artie menyimpan rasa sepi yang membuatnya terus mempertanyakan seberapa jauh seseorang dapat mengenal orang-orang terdekatnya. Pertanyaan itu menjadi semakin rumit ketika sebuah rahasia terungkap dan mengubah cara Artie memandang kehidupan serta hubungan yang selama ini ia anggap telah dipahaminya. Melalui The Things We Never Say, Elizabeth Strout membawa pembaca mengikuti perjalanan Artie dalam menghadapi kehilangan, persahabatan, keluarga, dan kesempatan untuk memulai kembali hidupnya. Strout menuturkan kisah ini dengan tenang dan penuh kepekaan, terutama ketika menggambarkan emosi yang sering kali sulit diucapkan secara terbuka. Persoalan tentang duka yang bertahan selama bertahun-tahun, kenyamanan dalam persahabatan, hingga beban dari rahasia keluarga hadir melalui pengalaman sehari-hari yang terasa dekat dan manusiawi.
John of John

ISBN-13: 9781035086955
Keywords: Literary Fiction, Booker Prize 2026, John Of John, Douglas Stuart, Literary Fiction, Scottish Literature, Scottish Fiction, Family Drama, Family Relationships, Father And Son, LGBTQ+ Fiction, Queer Fiction, Identity, Homecoming, Faith And Religion, Presbyterian Community, Isle Of Harris, Hebrides
Ada kalanya pulang justru membuat seseorang semakin sadar bahwa dirinya sudah jauh berubah. Setelah kehabisan uang dan merasa pendidikan seninya belum menghasilkan banyak hal, John-Calum Macleod memutuskan kembali ke Pulau Harris, Skotlandia, tempat ia dibesarkan. Di sana, Cal kembali menjalani keseharian bersama ayahnya, John, seorang peternak domba, penenun, sekaligus sosok yang disegani di gereja Presbiterian setempat, serta neneknya, Ella, yang selama puluhan tahun berusaha menjaga kedamaian di tengah keluarga mereka. Namun, kehidupan yang dahulu begitu dikenalnya kini terasa berbeda karena Cal pulang dengan pandangan, pengalaman, dan pertanyaan-pertanyaan baru tentang dirinya sendiri. Hubungannya dengan sang ayah pun perlahan memanas, terutama ketika pilihan hidup Cal berhadapan dengan keyakinan dan tradisi yang selama ini dipegang teguh oleh John. Lewat John of John, Douglas Stuart membawa pembaca menyelami hubungan ayah dan anak yang rumit, sekaligus kehidupan sebuah komunitas kecil yang mulai bersinggungan dengan perubahan zaman. Pulau Harris dengan perbukitan yang sunyi, cuaca yang keras, dan kehidupan masyarakatnya yang erat menjadi latar yang kuat bagi cerita tentang keluarga, iman, identitas, kesepian, dan keinginan untuk diterima. Stuart menuturkan semuanya dengan prosa yang peka dan dekat, membuat pergulatan para tokohnya terasa sangat manusiawi tanpa kehilangan kedalaman persoalan yang mereka hadapi. Masuk dalam daftar panjang Booker Prize 2026 dan daftar pendek Orwell Prize for Fiction, novel ini layak dibaca bagi siapa pun yang menyukai kisah keluarga yang emosional dan reflektif tentang arti rumah serta keberanian untuk menjalani hidup sebagai diri sendiri.
All Them Dogs

ISBN-13: 9781399824460
Keywords: Literary Fiction, Booker Prize 2026, Booker Prize Longlist, Literary Crime Fiction, Irish Literature, Dublin Crime, Gangland Fiction, Crime Novel, Dark Fiction, Contemporary Irish Fiction, LGBTQ+ Literature
Lima tahun meninggalkan Dublin Barat ternyata cukup untuk membuat dunia yang pernah dikenal Tony Ward berubah drastis. Ketika ia kembali, mentor lamanya sudah meninggal dan sahabatnya, Kenny Boyle, memilih meninggalkan kehidupan kriminal untuk menjalani hidup yang lebih tenang. Tony justru ingin mendapatkan kembali tempatnya di dunia tersebut, hingga sebuah kesempatan membawanya bekerja bersama Darren “Flute” Walsh, orang kepercayaan bos kriminal Aengus Lavelle. Flute yang ditemuinya sekarang jauh berbeda dari anak pendiam yang ia kenal semasa sekolah; ia tumbuh menjadi sosok tertutup, sulit ditebak, dan berbahaya. Berada di dekat Flute memberi Tony perlindungan yang ia perlukan, terutama ketika berbagai persoalan dari masa lalunya mulai kembali menghantui. Namun, hubungan mereka perlahan menjadi semakin rumit ketika muncul ketertarikan yang membuat urusan pribadi bercampur dengan kepentingan dunia kriminal. Melalui All Them Dogs, Djamel White membawa pembaca menyusuri sisi keras Dublin, tempat kesetiaan, ambisi, hasrat, dan kekerasan dapat menentukan nasib seseorang. Masuk dalam daftar panjang Booker Prize 2026, novel debut ini bergerak dengan cepat dan penuh ketegangan, tetapi tetap memberi ruang bagi sisi rapuh para tokohnya. Perpaduan kisah kriminal yang kelam dengan pergulatan Tony dalam mencari tempat bagi dirinya menjadikan novel ini bacaan menarik bagi penggemar fiksi sastra dengan karakter kompleks dan atmosfer yang intens.
The Vivisectors

ISBN-13: 9780008725280
Keywords: Literary Fiction, Booker Prize Longlist 2026, Literary Fiction, Contemporary Fiction, Gothic Fiction, Campus Novel, Academic Fiction, Psychological Fiction, Experimental Fiction, Ecological Fiction, Dark Romance, University Campus
Sebuah kota universitas yang dahulu terpandang kini perlahan membusuk, dipenuhi tumbuhan liar, dan menjadi tempat perebutan pengaruh antara kalangan akademisi dengan kelompok tukang kebun. Di tengah keadaan tersebut, Agathe menjalani kehidupan yang nyaris tanpa arah sambil membantu seorang profesor yang membangun kariernya di atas berbagai kepalsuan. Rutinitas itu berubah ketika Adam, mahasiswa kesayangan sang profesor, terlibat perselisihan dengan seorang akademisi muda dan memicu skandal yang mengguncang kampus. Agathe kemudian diminta mendekati Adam untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, sebuah tugas yang perlahan membawanya terlalu jauh ke dalam konflik. Kedekatan mereka pun berkembang dan membuat Agathe semakin sulit memisahkan kepentingan pribadi, perasaan, serta kebenaran yang sedang ia cari. Melalui The Vivisectors, Missouri Williams menghadirkan lingkungan akademik yang penuh intrik untuk membicarakan kekuasaan, diskriminasi, keyakinan ideologis, dan kecenderungan manusia mempertahankan versinya sendiri tentang kebenaran. Kerusakan kota dan alam di sekelilingnya turut memberikan suasana ganjil dan suram, seolah mencerminkan institusi serta hubungan antarmanusia yang sama-sama berada di ambang kehancuran. Unsur romansa, satir, dan ketegangan psikologis bertemu dalam cerita yang terus mempertanyakan siapa yang dapat dipercaya ketika setiap orang mempunyai kepentingannya sendiri.
***
Pada akhirnya, ketiga belas buku dalam Booker Prize 2026 ini memperlihatkan bahwa sastra selalu menemukan cara untuk membaca manusia di tengah dunia yang terus berubah. Setiap cerita menawarkan sudut pandang berbeda tentang kehilangan, kepulangan, keterasingan, dan upaya memahami diri sendiri. Barangkali, kita tidak selalu membutuhkan jawaban yang pasti untuk menghadapi zaman yang serba tak menentu. Kadang, sebuah cerita sudah cukup untuk membantu kita melihat dunia dengan lebih jernih.
Jika Bibliobesties hendak membaca rekomendasi lainnya, temukan di sini!
