Demon Chopperhead: Pemenang Women’s for Fiction 2023

Demon Chopperhead Pemenang Women Prize for Fiction 2023

Barbara Kingsolver telah memenangkan Women’s Prize for Fiction 2023 dengan karyanya yang berjudul Demon Chopperhed.  Kemenangan ini membuat Kingsolver menjadi orang pertama yang dua kali memenangkan penghargaan ini. Pada 2010, Kingsolver pernah memenangkan Women’s Prize dengan karyanya, The Lacuna (2009).

Kilas balik Women Prize for Fiction

Pada Januari 1992, di sebuah flat di London tinggallah para jurnalis, pengulas buku, agen penulis, penerbit, pustakawan, hingga penjual buku. Perkumpulan ini bertujuan untuk merespon keluarnya daftar pendek Booker Prize tahun 1991 yang tidak menyertakan wanita di dalamnya. Di sini, terjadi sebuah perdebatan panjang tentang nilai dan tujuan sebuah penghargaan sastra.

Setelah melalui perdebatan yang panjang, akhirnya dirumuskanlah sebuah ide tentang pembuatan penghargaan sastra dengan gaya baru. Sebuah penghargaan sastra yang hendak mengapresiasi kreativitas perempuan-perempuan dalam skala internasional. Tidak hanya itu, penghargaan ini juga memiliki program pendidikan, pengembangan literasi, dan penelitian sebagai bagian integral dari penghargaan tersebut. Maka, diadakan Women Prize for Fiction untuk pertamakalinya pada 1996.

Bocah yang terlahir dari rahim kemiskinan

Demon Copperhead lahir dari seorang ibu yang masih remaja. Mereka hidup dalam kemiskinan yang berkepanjangan di Pegunungan Appalachian di Virginia. Demon menceritakan kisah hidupnya yang dibalut dengan humor yang sinis namun sangat menyedihkan. Ayah Demon meninggal sebelum kelahirannya. Untungnya, Demon mewarisi ketampanan ayahnya. Ibunya kurang beruntung, karena menikah lagi dengan seorang pria yang kasar dan keji.

Pada ulang tahun ke-11, Demon harus merelakan ibunya meninggal karena overdosis. Selanjutnya, Demon harus tinggal di panti asuhan Lee County. Sebuah panti asuhan yang sangat bobrok. Beberapa calon orang tua asuh yang datang ke panti asuhan tersebut melirik Demon sebagai bakal tenaga kerja gratis. Wajar, dinas sosial yang terkait kekurangan sumber daya manusianya. Meskipun mereka peduli, namun tidak tahu harus melakukan apa.

Melewati masa

Barbara Kingslover telah melakukan reimagining yang kuat dari novel David Copperfield karya Charles Dickens. Meskipun tidak mudah melakukannya—karena pergeseran norma yang begitu drastis sejak pertengahan abad ke-19 hingga ke-21—Barabara Kingslover tetap bisa membungkus dengan baik dan menjaga nilai dalam novel ini tetap relevan. Lebih dari itu, semakin jauh membaca, kita akan melihat idealisme dan keprihatinan Kingslover memiliki semacam ketertarikan dengan kirtik sosial yang begitu keras milik Dickens.

Baca Juga :  Vaxxers

Untuk menikmati novel ini, tidak harus membaca novel David Copperfield karya Dickens. Namun, jika membaca David Copperfield terlebih dahulu, kita dapat melihat perubahan berpikir yang tegas dari Kingslover terhadap sentimentalitas Victoria era Dickens. Di lain sisi, kita juga akan melihat keinginan untuk mendapatkan cinta dan sumber belas kasihan yang tersembunyi dalam diri Demon. Seperti hampir semua orang di Lee County, Virginia yang terpuruk secara ekonomi oleh industri batu bara dan tembakau, Demon melihat dirinya sebagai seseorang yang kurang berharga. Lebih rumit dan menarik adalah kondisi emosional Demon. Kecintaan Demon yang kuat pada tanah kelahirannya diuji dengan wabah narkoba.

Jika Bibliobesties ingin membaca informasi tentang dunia buku lainnya, temukan di sini.