ELTea Time: Refleksi Akhir Tahun 2021

Bagikan Artikel
image: buku sekolah macmillan

Tea time! Saatnya menyeruput teh (atau kopi favorit) seraya menikmati anekdot berikut ini.

Pada suatu hari Nasruddin Hodja berbincang-bincang dengan Timur-Lenk, pemimpin dari Mongol yang pernah menaklukkan Turki kala itu. Nasruddin mulai membual mengenai keledainya. “Dia begitu cerdas sehingga aku bisa mengajarinya membaca buku,” katanya.

Timur-Lenk tidak mau dikecoh begitu saja. “Baik. Kuberi kamu waktu tiga bulan untuk mengajarinya membaca. Kamu tahu akibatnya apabila hanya omong-kosong!” katanya setengah mengancam.

Nasruddin pun pulang. Dia mulai mengajari keledainya. Ditaruhnya sebuah buku besar di antara kedua kaki depan keledainya. Lalu diselipkannya di sela-sela buku itu makanannya. Nasruddin mengajari keledai itu membuka halaman buku dengan lidahnya untuk mendapatkan makanannya. Demikianlah keledai itu terbiasa menemukan makanannya di antara halaman buku.

Tiga hari menjelang berakhirnya waktu 3 bulan yang diberikan Timur-Lenk, Nasruddin sama sekali tidak memberi makan keledainya itu.

Lalu Nasruddin membawa keledainya kepada Timur-Lenk. Dia meminta sebuah buku besar. Ditaruhnya buku itu di antara kaki depan binatang itu. Maka si keledai mulai membuka halaman demi halaman buku dengan lidahnya. Karena tidak bisa menemukan makanan di dalamnya, mulailah dia meringkik keras-keras.

Dengan seksama Timur-Lenk mengamati keledai itu, lalu berkomentar: “Ini cara paling aneh dalam membaca buku!”

Nasruddin Hodja pun berujar tenang, “Tetapi memang demikianlah cara seekor keledai membaca.”

Entah, nasehat apa yang mau diajarkan Sang Mullah Nasruddin Hodja kepada Timur-Lenk. Keledai tetaplah keledai. Seberapa pun cerdik orang merasa bisa melatihnya, dia tetaplah keledai yang hanya bisa meringkik. Keledai lebih tertarik pada makanan di antara lembaran halaman buku daripada membaca isi buku. Tampaknya saja dia membuka-buka buku.

Baca Juga :  Hari Ibu Nasional: Kisah Kasih Perjuangan Perempuan

Tahun menantang untuk lebih berkembang

Tahun 2021 adalah tahun yang cukup bergejolak di banyak sektor; tetapi terutama di sektor Pendidikan. Baik Guru maupun Murid mengalami kondisi yang tidak mudah. Perubahan cara/metode/model pembelajaran cukup membuat stres kita semua. Lebih buruk lagi, tidak sedikit yang mengalami kegalauan berkepanjangan. Orang menjadi depresi, atau sekurangnya lebih dikuasai oleh negativitas.

Mari bergabung dengan Trio-Pakar (John, Del, dan Huang) dari Macmillan Asia pada bincang-bincang sore ELTea. Setengah jam saja! Mari kita merefleksikan pembelajaran apa saja yang kita peroleh selama tahun 2021. Tidak seperti keledai, pasti kita menemukan juga aneka hal yang telah berkembang. Lebih dari itu, mari kita belajar menggantikan negativitas dengan positivitas yang wajar.

Trio-Pakar akan memandang tahun 2021 dari sudut pandang sebagai pendidik. Beberapa hal yang akan disinggung adalah

• Tantangan yang paling umum dialami guru di Asia

• Strategi untuk pengembangan profesional Guru di tahun mendatang (2022)

• Kiat-kiat terbaik agar Guru dapat meningkatkan kesejahteraan lahir-batin

• Kiat-kiat terbaik agar Murid pun dapat meningkatkan kesejahteraan lahir-batin

image: buku sekolah

Cuma tigapuluh menit, dan kita akan belajar banyak hal dari ketiga pakar handal. Bukan “tampaknya saja” (belajar). Tentunya sembari menyeruput teh atau kopi favorit plus camilan. Oya, camilan tidak perlu diselipkan di antara halaman buku, ya!?

Sampai bersua secara virtual!

Salam Pendidikan,

Periplus Education