Terlibat Berprestasi meski Pandemi

Bagikan Artikel
Tampilan Website ditsmp.kemendikbud.go.id dalam menyemarakkan FLS2N 2021
Tampilan Website ditsmp.kemendikbud.go.id dalam menyemarakkan FLS2N 2021

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat SMP Tahun 2021 merupakan ajang untuk mengembangkan bakat dan talenta dalam hal seni. Seleksi tingkat kota FLS2N yang berlangsung pada Rabu, 26 Mei-Senin, 5 Juli 2021 kali ini makin menarik dan kontekstual karena semua lomba diadakan secara daring. Sebagai distributor buku terbesar dan konsultan bidang edukasi dan literasi, Periplus berperan aktif dalam meningkatkan prestasi sekolah mitra, salah satunya SMP Santo Yakobus, Jakarta Utara. Dalam keterlibatannya, Periplus mengutus Lukas Bryandito (Web and Blog Designer) mendampingi Phivelle Charmen Lie dari SMP Santo Yakobus.

Phivelle si Desainer Cilik

Phivelle adalah siswi kelas 7 SMP Santo Yakobus Jakarta Utara yang terpilih mengikuti lomba FLS2N 2021 bidang desain poster tingkat SMP di Jakarta Utara. Situasi pandemi tidak menyulutkan semangat Phivelle untuk terus berlatih dan belajar, karena waktu sangat berharga baginya. Phivelle tidak ingin hanya berdiam diri menghitung hari kapan pandemi ini berakhir. Dia juga ingin saat pandemi berakhir dia sudah mengantongi beberapa ilmu agar tidak ada waktu yang terbuang percuma.

Phivelle dari SMP Santo Yakobus berlatih membuat poster.
Phivelle saat belajar desain grafis di rumah

Setiap hari, Phivelle selalu menyempatkan diri untuk belajar, mengulang pelajaran sekolah, membaca materi pelajaran esok hari, mengerjakan pekerjaan rumah (PR) atau tugas sekolah. Dia juga mengikuti les Bahasa Mandarin, matematika, dan fisika. Selain itu, dia juga menonton Youtube yang berhubungan dengan review film edukasi, dan menonton boyband K-POP idolanya, yaitu BTS.

Wah, ternyata sobat Perimin satu ini juga suka BTS. Pasti bakalan suka kalau berkunjung ke toko buku Periplus yang banyak koleksi majalah BTS.

Baca Juga :  A Better You will Attract a Better Future

Pendampingan secara Daring

Masa PPKM menjadi sebuah tantangan untuk kita makin kreatif, termasuk dalam pendampingan pelajar dalam mengembangkan bakatnya. Proses belajar seni desain seperti memegang pensil, menggores tebal tipis, mewarnai gradasi, membuat karakter atau objek dilakukan secara tatap muka. Sekarang, penggunaan komputer dan pembelajaran tatap layar menjadi kegiatan yang lumrah dilakukan. Perangkat lunak seperti Adobe Photoshop-Ilustrator, Corel Draw, Canva, dan perangkat keras seperti pensil digital untuk tablet sangat membantu pembelajaran daring.


“Awalnya nervous banget karena takut melakukan kesalahan, tetapi lama-kelamaan menjadi nyaman karena Kak Bryan (pengajar desain grafis yang juga bekerja di Periplus-editor) easy going, sabar, dan menjelaskan dengan baik. Kak Bryan, memberikan banyak tips dan trik yang sangat bermanfaat. Cara penyampaiannya sangat mudah dipahami degan menggunakan kalimat yang ringan alias tidak rumit,” ungkap Phivelle ketika dihubungi setelah lomba.

Pendampingan secara Daring oleh Periplus
Suasana online-mentoring melalui Zoom saat mempersiapkan Lomba Desain Poster dengan aplikasi Photoshop.


Lomba desain poster ini merupakan lomba pertama yang diikuti Phivelle. Pastinya ada sedikit rasa canggung untuk memulai hal yang baru ataupun menguasai aplikasi-aplikasi yang digunakan. Berkat kerja keras Phivelle dalam latihan rutin akhirnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan, ia dinobatkan sebagai juara ke-2.

Sebagai penutup, Kak Bryan dan Phivelle mengajak kalian semua untuk semangat mengikuti perlombaan agar tetap berprestasi di masa pandemi.

“Saat ini merupakan waktu yang baik untuk kita mengembangkan diri dalam akademis dan non-akademis. Periplus siap terlibat untuk berprestasi meski pandemi! Jangan padamkan semangat dan bakat hanya karena pandemi. Justru saat ini ada banyak sekali peluang, bergairahlah untuk mengukir prestasi gemilang!” pungkas Bryan.

Periplus juga tetap siap memberikan pelayanan terbaik dalam masa Pandemi ini, tidak perlu takut, tidak perlu ragu.

Baca Juga :  Prinsip Hidup nan Puitik dari Ray Dalio