5 Pelajaran Berharga dari Buku “The Pschology of Money”, Wajib Punya!

Bagikan Artikel
image: Morgan Housel - The Psychology of Money
(Morgan Housel – “The Psychology of Money”)

Bila bicara mengenai keuangan, hal ini tentu menjadi perhatian bagi sebagian besar orang. Uang sendiri sebetulnya memiliki sisi Psikologis yang tidak banyak diketahui orang.

Nah, di buku ini akan coba saya ulas beberapa pelajaran berharga yang bisa kita petik mengenai Psikologi Uang. Simak ulasannya ya!

1. Tidak Ada yang Gila Soal Uang! 

Bagi sebagian orang, uang selalu diidentikkan dengan hal-hal yang fantastis. Bahkan ada juga yang berpikir bahwa kekayaan itu selalu datang dari kehebatan seseorang untuk menghasilkan uang.

Padahal bila kita pikir-pikir lagi, semua orang datang dengan background yang berbeda, pendidikan yang berbeda, bahkan juga kondisi keuangan yang berbeda juga sejak mereka dilahirkan.

Atas dasar itulah, kita tidak bisa mengukur kekayaan seseorang melalui “kacamata” mereka, karena pada dasarnya yang “cocok” untuk orang lain belumlah tentu cocok untuk kita.

People from different generations, raised by different parents who earned different incomes and held different values, in different parts of the world, born into different economies, experiencing different job markets with different incentives and different degrees of luck, learn very different lessons.

– dikutip dari buku “Psychology of Money”

2. Hargai Keberuntunganmu!

Adalah hal yang sulit untuk mengukur soal seberapa beruntung kita ketika mengambil tindakan yang punya resiko besar (bisnis-karier-dsb), kita perlu ingat; bahwa, “Kesuksesan itu tidak selamanya berasal dari kerja keras, dan tidak semua kemiskinan terjadi karena kemalasan”.

Karena itulah lebih mudah bagi kita untuk menyalahkan keadaan daripada mensyukuri keberuntungan maupun kegagalan yang sudah kita alami. Selayaknya dua mata pedang, keberuntungan dan kegagalan pada akhirnya menjadi pengalaman yang harus kita alami sebagai pembelajaran.

Baca Juga :  Digital Marketing Analytics: In Theory And In Practice

3. Harus Punya Target “Goals”!

Hal yang paling penting berikutnya adalah mengukur target kita menuju tujuan yang hendak kita capai.

Ada pepatah mengatakan,”Besar Pasak daripada Tiang”. Itu berarti bila pengeluaran kita tidak sebanding dengan pendapatan, itu sudah merupakan sebuah tanda bagi kita untuk mengurangi kebiasaan konsumsi yang menyebabkan kita semakin jauh dengan tujuan yang hendak kita capai.

4. Investasi dari Hasil Investasi! (Compounding)

Poin 4 adalah hal yang sering kita lupakan. Mengapa “Compounding” itu penting? Karena jika hanya berinvestasi pada satu aset, kita hanya akan mendapat keuntungan 200%-nya dari aset yang kita tanam. Tetapi bila kita investasikan investasi yang sudah kita tanam tadi, maka hasilnya bisa 400%-nya bahkan lebih.

5. Kamu yang Mengendalikan Uang, Bukan Sebaliknya

Terakhir yang paling penting untuk diingat, “Nilai Uang” yang paling signifikan adalah ketika kita dapat mengendalikan uang, bukan uang yang mengendalikan hidup kita.

Kadangkala, karena kita sudah terbiasa dengan perilaku konsumsi, melakukan hutang seperti menjadi hal yang biasa bagi kita. Banyak cicilan/kredit yang tidak perlu yang akhirnya mengendalikan hidup kita. Akhirnya, justru kita yang bekerja untuk uang, bukan uang yang bekerja untuk kita.

Nah, sekian dulu ya 5 Pelajaran Berharga yang bisa kita petik dari buku, “The Pschology of Money”. Kalian bisa dapatkan bukunya melalui link di bawah ini.

See u on the next article!

Image : Buku Morgan Housel - The Psychology of Money

Link Buku “The Psychology of Money”