
“Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu.” Lirik dari lagu “Kepompong” yang dipopulerkan oleh Sind3ntosca ini merefleksikan sisi transformatif dari sebuah relasi persahabatan. Dalam Klara and the Sun, peraih Nobel Sastra Kazuo Ishiguro menghadirkan bentuk persahabatan yang jauh dari biasa. Ia mengisahkan hubungan antara Klara, sebuah artificial friend, dan Josie, seorang anak perempuan berusia 14 tahun yang harus menjalani isolasi akibat penyakit misterius. Melalui relasi ini, kita diajak menyelami dinamika interaksi yang sarat emosi dan makna di antara batas-batas kemanusiaan dan teknologi yang kian kabur. Justru pada titik itulah emosi, harapan, dan makna menemukan bentuk barunya.
Pada prinsipnya, hubungan manusia dan teknologi bersifat resiprokal—saling memengaruhi dan membentuk. Teknologi kini tidak lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menyusup ke dalam cara manusia berpikir, bekerja, bahkan berelasi dengan orang lain. Kecerdasan buatan, rekayasa genetika, dan berbagai inovasi lainnya tidak lagi terbatas pada fiksi ilmiah, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan ini, pertanyaan yang tak terelakkan pun muncul: sejauh mana kita mampu menjaga kemanusiaan di tengah arus kemajuan teknologi?
Teknologi tidak pernah berdiri sendiri. Ia bertumpu pada fondasi sains dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Setiap lompatan besar lahir dari rasa ingin tahu, eksperimen, dan upaya panjang manusia untuk memahami dunia. Karena itu, untuk membayangkan masa depan, kita perlu sesekali menengok ke dalam—memahami prinsip-prinsip dasar yang melandasi setiap kemajuan yang kita nikmati hari ini. Di sinilah aspek manusiawi menjadi krusial: bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai penentu arah perkembangannya.
Melalui kurasi ini, Periplus ingin membantu Bibliobesties memahami keterkaitan antara sains, teknologi, dan visi masa depan dari berbagai perspektif. Sembilan buku pilihan berikut—baik fiksi maupun nonfiksi—dipilih karena kemampuannya menjelaskan, membayangkan, sekaligus mempertanyakan bagaimana sains dan teknologi membentuk arah masa depan umat manusia. Semoga, rekomendasi ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberi perspektif baru dalam menjalani kehidupan di era yang terus berubah.
1. AI 2041: Ten Visions for Our Future | Kai-Fu Lee, Chen Qiufan

ISBN-13: 9780593238318
Bagaimana sebenarnya kehidupan kita akan berubah oleh AI dalam dua dekade ke depan? AI 2041 menjawabnya dengan cara yang tidak biasa: lewat cerita-cerita fiksi yang terasa dekat, lalu diikuti penjelasan ilmiah yang membumi. Setiap skenario membuka kemungkinan yang sekaligus memikat dan menggelisahkan—dari pendidikan hingga pekerjaan, dari cinta hingga identitas. Alih-alih terasa teknis, AI di sini hadir sebagai sesuatu yang sudah mulai menyentuh kehidupan kita hari ini. Inilah kekuatan utama buku ini: membuat masa depan terasa nyata, bukan sekadar spekulasi. Ditulis oleh seorang pakar AI dan penulis fiksi, perpaduannya terasa mulus dan hidup. Jika Anda ingin memahami AI tanpa harus merasa “kewalahan”, ini adalah titik awal yang tepat.
2. Co-Intelligence: Living and Working with AI | Ethan Mollick

ISBN-13: 9780593716717
Di era ketika AI bukan lagi konsep, melainkan alat sehari-hari, pertanyaannya berubah: bagaimana kita bekerja bersama mesin? Buku ini menawarkan jawaban yang praktis, jernih, dan langsung bisa diterapkan. Dari dunia kerja hingga kreativitas, AI diposisikan bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai mitra yang memperluas kemampuan kita. Dengan gaya yang ringan dan penuh contoh nyata, pembaca diajak melihat ulang cara belajar, berpikir, dan berkolaborasi. Ini bukan buku tentang masa depan yang jauh—ini tentang sekarang. Karya Ethan Mollick ini sangat relevan bagi siapa pun yang ingin tetap adaptif di tengah perubahan cepat. Sebuah panduan yang terasa tepat waktu, sekaligus membuka kemungkinan baru.
3. The Code Breaker: Jennifer Doudna, Gene Editing, and the Future of the Human Race | Walter Isaacson

ISBN-13: 9781982115869
Revolusi terbesar abad ini mungkin tidak terjadi di luar angkasa, tetapi di dalam tubuh kita sendiri. Melalui kisah Jennifer Doudna dan penemuan CRISPR—metode “menggunting” DNA—buku ini membawa kita ke garis depan rekayasa genetika. Ditulis dengan gaya naratif yang mengalir, sains yang kompleks terasa seperti cerita kehidupan yang penuh ketegangan dan ambisi. Pertanyaan besar pun muncul: jika kita bisa mengedit gen manusia, sejauh mana kita seharusnya melangkah? Buku ini tidak hanya menjelaskan teknologi, tetapi juga membuka diskusi etis yang mendalam. Inilah sains yang bukan hanya tentang penemuan, tetapi tentang masa depan kemanusiaan. Membaca buku ini terasa seperti mengintip masa depan yang sudah dimulai hari ini.
4. Not the End of the World: Surprising Facts, Dangerous Myths and Hopeful Solutions for Our Future on Planet Earth | Hannah Ritchie

ISBN-13: 9781529931242
Di tengah narasi kiamat iklim yang sering terasa menyesakkan, buku ini menawarkan sesuatu yang jarang: harapan yang berbasis data. Dengan pendekatan yang jernih dan berbasis fakta, pembaca diajak melihat bahwa banyak hal sebenarnya bergerak ke arah yang lebih baik. Namun optimisme ini bukan naif—ia justru menantang kita untuk fokus pada solusi yang benar-benar efektif. Buku ini membongkar mitos, mengoreksi kesalahpahaman, dan memberi perspektif baru tentang bagaimana perubahan bisa terjadi. Rasanya seperti napas segar di tengah diskusi yang sering didominasi ketakutan. Sangat cocok bagi pembaca yang ingin tetap peduli tanpa merasa putus asa. Sebuah pengingat bahwa masa depan masih bisa dibentuk.
5. The Uninhabitable Earth: Life After Warming | David Wallace-Wells

ISBN-13: 9780525576716
Jika buku sebelumnya memberi harapan, buku ini menghadirkan kenyataan yang sulit diabaikan. Dengan gaya yang tajam dan intens, pembaca diajak membayangkan dunia yang berubah drastis akibat pemanasan global. Dari krisis pangan hingga migrasi massal, dampaknya terasa luas dan nyata. Buku ini tidak berusaha menenangkan—justru sebaliknya, ia menggugah kesadaran dengan kekuatan naratif yang emosional. Membacanya seperti menghadapi kemungkinan terburuk dari masa depan kita sendiri. Namun justru di situlah nilainya: sebagai pengingat akan urgensi tindakan. Sebuah bacaan yang tidak mudah dilupakan.
6. The Coming Wave: AI, Power, and Our Future | Mustafa Suleyman

ISBN-13: 9780593593974
Gelombang besar berikutnya dalam sejarah manusia mungkin sudah di depan mata—dan kita belum sepenuhnya siap. Buku ini menggabungkan dua kekuatan besar: AI dan bioteknologi, dan menjelaskan bagaimana keduanya akan mengubah dunia secara fundamental. Dengan sudut pandang seorang insider industri teknologi, analisisnya terasa tajam dan relevan. Ini bukan sekadar prediksi, tetapi juga peringatan tentang risiko yang datang bersama inovasi. Di saat yang sama, buku ini juga membuka peluang tentang apa yang bisa kita capai. Membaca buku ini seperti melihat peta masa depan—lengkap dengan peluang dan ancamannya. Penting bagi siapa pun yang ingin memahami arah dunia ke depan.
7. Klara and The Sun | Kazuo Ishiguro

ISBN-13: 9780593311295
Bagaimana jika kita melihat manusia dari sudut pandang sebuah mesin? Melalui Klara, sebuah Artificial Friend, Kazuo Ishiguro menghadirkan kisah yang lembut sekaligus menggugah. Ini bukan cerita tentang teknologi yang dingin, melainkan tentang emosi, kesepian, dan kebutuhan untuk dicintai. AI di sini bukan sekadar alat, tetapi cermin yang memantulkan sisi terdalam manusia. Dengan gaya yang tenang dan kontemplatif, novel ini mengajak pembaca merenungkan apa arti menjadi manusia di dunia yang semakin artifisial. Hasilnya adalah pengalaman membaca yang sunyi namun menghantui. Sebuah fiksi ilmiah yang terasa sangat personal.
8. Project Hail Mary | Andy Weir

ISBN-13: 9780593135228
Bagaimana rasanya bangun sendirian di luar angkasa tanpa ingatan, dengan satu misi: menyelamatkan umat manusia? Novel ini menggabungkan sains yang cermat dengan petualangan yang seru dan penuh humor. Andy Weir sekali lagi membuktikan kemampuannya membuat konsep ilmiah terasa menyenangkan dan mudah diikuti. Di balik ketegangan misinya, ada juga kisah persahabatan yang tak terduga dan menyentuh. Buku ini bergerak cepat, cerdas, dan sangat menghibur. Cocok bagi pembaca yang ingin menikmati sains tanpa kehilangan rasa petualangan. Salah satu sci-fi modern yang paling mudah dicintai.
9. Brief Answers to the Big Question | Stephen Hawking

ISBN-13: 9781473695993
Apa pertanyaan terbesar yang dihadapi umat manusia—dan bagaimana sains mencoba menjawabnya? Dalam buku ini, Stephen Hawking merangkum pemikirannya tentang alam semesta, teknologi, dan masa depan kita. Topiknya luas, dari kecerdasan buatan hingga kemungkinan kehidupan di luar bumi. Namun yang membuatnya istimewa adalah cara penyampaiannya yang tetap jernih dan dapat diakses. Buku ini terasa seperti percakapan dengan salah satu pemikir terbesar zaman kita. Ia tidak hanya memberi jawaban, tetapi juga mengajak kita untuk terus bertanya. Sebuah penutup yang reflektif untuk memahami hubungan antara sains dan masa depan manusia.
***
Nah, demikianlah rekomendasi sembilan buku pilihan tentang pergulatan manusia tentang sains, teknologi, dan masa depan dari Perimin. Pada akhirnya, di tengah segala lompatan kemajuan yang kita alami, manusia perlu secara konstan merenungkan aspek kemanusiaannya. Semoga, pilihan ini bisa membantu BiblioBesties menjadi semakin mampu memahami dunia dengan lebih baik.
Jika Bibliobesties hendak membaca rekomendasi lainnya, temukan di sini!
