10 Buku Paling Dicari Oktober 2021 (Bagian 2)

Bagikan Artikel

Bagian 1 buku paling dicari Oktober 2021 sebelumnya di sini.

Sekarang kita lanjutkan lagi, ya, pembahasan tentang buku paling dicari Oktober 2021. Berikut ini adalah bagian keduanya, ada lima judul:

6. Marketing 5.0: Technology for Humanity

Buku Marketing 5.0 Technology for Humanity adalah karangan Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan. Dua orang dari pengarang itu adalah pakar bisnis dan marketing di Indonesia. Buku terbitan John Wiley ini merupakan buku ketiga dari Trilogi X.0 Series; Marketing 3.0, From Product to Customers to the Human Spirit (2010) sebagai buku pertama dan Marketing 4.0, Moving fromTraditional to Digital (2017) sebagai buku kedua.

Sesuai dengan subtitle buku ini, Marketing 5.0 mengacu pada pemanfaatan teknologi untuk kepentingan manusia. Intinya, kalau bisnis ingin maju dan bisa mendapatkan outcome yang optimal, bisnis tersebut harus bisa mengkombinasikan dua kekuatan, yakni kekuatan human dan ditopang oleh teknologi seperti mesin dengan artificial intelligence (AI) di baliknya. Buku biru ini membantu para pembaca budiman untuk menjadi pelaku bisnis dan pemasaran dalam ranah teknologi digital yang mumpuni tanpa meninggalkan kemanusiaan itu sendiri. Sangat bernas dan trengginas!

Kepoin yuk, di sini.

7. Jujutsu Kaisen, Vol. 11 

Jujutsu Kaisen adalah serial manga paling populer di Jepang. Komik ini bersaing ketat dengan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba. Pada tahun 2019 lalu, Jujutsu Kaisen bertengger di posisi pertama Komik Rekomendasi Karyawan Toko Buku Nasional di Jepang. Dan manga ini juga masuk dalam nominasi Shogakukan Manga Award ke-65, untuk kategori Shonen Terbaik.

Hingga hari ini, Jujutsu Kaisen tidak pernah absen dari 10 Top Chart Weekly Oricon, bahkan duduk di posisi kedua setelah Demon Slayer pada akhir 2020 lalu (dilangsir dari kompas.com, 22/01/21). Anime News Network juga menobatkan Jujutsu Kaisen sebagai manga yang paling laris yang penjualannya terus meningkat setiap bulan. Pada Februari 2021 lalu, tercatat 25 juta eksemplar yang terjual (detik.com 09/02/21).

Versi anime dari Jujutsu Kaisen juga sudah mengudara dan diproduksi oleh MAPPA Studios, yang juga memproduksi anime Attack on Titan Final Season. Pada volume 11 ini, Jujutsu Kaisen terus berkutat peperangan abadi manusia dan iblis yang akan menghancurkan dunia. Bagaimana, sudah siap melanjutkan petualangan di volume terbaru ini?

Kepoin yuk, di sini.

8. People We Meet on Vacation

Poppy dan Alex. Alex dan Poppy. Mereka adalah dua orang yang tidak memiliki kesamaan atau kemiriipan sama sekali. Poppy memiliki jiwa pengelana yang sangat kuat. “My Life, My Adventure,” kalau kata orang beberapa tahun silam. Sedangkan Alex adalah seorang yang lebih suka berada di dalamrumah dan sibuk dengan tumpukan buku yang rasanya tak akan pernah ada habisnya. Namun, perbedaan itu disatukan oleh bangku kuliah. Kisah persahabatan pun di mulai….

Baca Juga :  Terlibat Berprestasi meski Pandemi

Dinamika persahabatan diuji ketika ada permasalahan yang mengguncang menara gading mereka. Luluh lantak! Selang beberapa waktu yang cukup lama, Poppy mengajak sahabatnya itu untuk rujuk kembali dengan tamasya bersama. Tak disangka, gayung bersambut! Alex mengiyakan ajakan itu. Keduanya pun menunaikan ibadah liburan bersama yang memunculkan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. Sebenarnya ada apa?

Novel ini akan mengelaborasi perpisahan, persahabatan, keterikatan dan keterkaitan menjadi romantis sekaligus pragmatis. Sangat ringan namun menarik untuk merefleksikan rajutan tali persahabatan kita.

Kepoin yuk, di sini.

9. The Thursday Murder Club

Thursday Murder Club ini adalah sebuah kelompok yang berisi para pensiunan. Meski dilabeli “pensiunan” mereka masih terlibat aktif dalam bisnis atau kehidupan sosial dalam lingkup mereka. Kegiatan rutin mereka adalah berkumpul saban Kamis tiap pekan di Jigsaw Room untuk membahas kasus-kasus lama yang belum menemui titik terang. Pembahasan ini, pada awalnya, hanya untuk konsumsi internal mereka saja. Teori-teori dan simpulan yang dihasilkan pun hanya sebatas alat untuk memperkaya satu sama lain.

Pada suatu kali, terjadi pembunuhan di kota tinggal mereka. Entah ada angin apa, para pensiunan ini melibatkan diri dalam usaha penyelidikan kasus ini. Rasa-rasanya, ini seperti editor redaksi koran yang terjun menjadi reporter lapangan. Pastinya, kisah penyelidikan ini akan sangat epik di mana tenaga kawakan yang sudah makan banyak kalender ikut turun tangan.

Kepoin yuk, di sini.

10. The Comfort Book 

Buku karya Matt Haig selalu memberikan insight baru bagi pembaca. Sisi kemanusiaan selalu ditonjolkan. Alih-alih menggurui, ia seperti orang yang berbagi cerita dan siap mendengarkan umpan balik dari rekan bicaranya. Seperti yang ia lakukan di twitter, tidak hanya mengumpulkan retweet, likes, atau reply semata, ia lebih banyak berinteraksi dan bercengkerama hangat dengan siapa pun. Haig tidak menyodorkan penggambaran naratif depresi yang Haig analogikan dengan tersesat di hutan dalam buku ini. Ia justru memberikan semacam peta melalui hutan lebat itu. Peta itu disusun melalui “hal-hal yang (dia) pelajari dari masa-masa buruk”.

Baca Juga :  Will, Will Smith

Ketika membaca buku ini, Perimin mengusulkan kalian memutar lagu Somewhere Over the Rainbow. Bebas, mau versi yang original atau yang sudah cover-an. Menurut Perimin, lagu ini sangat cocok untuk mengiringi kalian masuk dalam dunia Matt Haig dalam The Comfort Book. Apalagi kalau kalian juga menyenggangkan diri untuk sejenak mengulik dulu kisah di balik lagu ini. Duh, jaminan kalian pasti akan makin larut dan membumi bersama buku ini.

Kepoin yuk, di sini.

Dari sepuluh judul dalam bucket list di atas, pilihan Perimin bulan ini jatuh pada, Marketing 5.0. Apalagi kalau bukan narasi kemanusiaan yang diangkat dalam buku ini sebagai alasannya. Hal ini esensial karena menurut Perimin, bagaimana pun juga teknologi tetap menjadi saran bagi manusia untuk mengembangkan dirinya. Teknologi secara optimal digunakan untuk memaksimalkan potensi agar mendapatkan outcome yang maksimal juga. Bisnis bisa mengkombinasikan kekuatan manusiawi dan ditopang oleh kekuatan teknologi, seperti mesin Artificial Intelligence (AI). Sangat relevan untuk iklim bisnis pada waktu sekarang ini.

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, tidak akan menyingkirkan manusia. Kuncinya adalah transformasi manusia dari pekerja manual menjadi penghasil ide, kreativitas, dan keterampilan (kompas.id 21/11/2019).

Terakhir, buku apa yang paling kalian cari dari bucket list bulan Oktober ini? Tinggalin komentar di bawah, ya! Happy hunting!

Kembali ke Bagian 2 di sini.