Edge Decoration: Seni di Tepian Buku

0
Share
image: Periplus Edge Decoration books

Dekorasi tepian buku atau yang sering disebut edge decoration adalah sebuah seni yang sudah ada berabad-abad yang lalu. Seni ini bertujuan untuk melindungi dan memperindah isi buku tersebut. Pada abad sekitar 500SM media tulis ditemukan di Mesir dengan bahan serat pohon Papirus. Media tulis dari papirus saat itu bertepi tidak beraturan, karena semua masih menggunakan alat seadanya untuk pembuatan kertas papirus. Tepi yang tidak rata ini yang kemudian menginspirasi teknik deckle edge yang sekarang ini digunakan. Berikut beberapa Edge decoration yang Perimin rangkum:

1. Deckle Edge

Potongan jenis kertas ini sudah pernah dipost di Instagram Periplus. Potongan ini sekilas mirip buku yang tidak rapi potongannya atau habis dimakan rayap. Tidak rata, bergelombang, dan tekstur kasar. Ketika disentuh seperti meraba tepian kayu yang belum diserut. Seperti pada paparan di atas, teknik seperti ini dikenal sudah cukup lama. Tapi, publisher menghadirkan kembali secara lebih rapi dan epik enak dipandang. Buku yang memakai teknik ini yaitu: Norse Mythology dan Transcendent Kingdom

image: Periplus Deckle Edge (Edge Decoration Books)
img: printninja.com

2. Colored Edge

Jenis buku dengan tepi berwarna merupakan jenis yang banyak dijumpai. Menurut Adelaide University warna paling awal tercatat adalah warna ungu pada buku abad ke 4. Warna tersebut terus berkembang dan bervariasi diabad-abad selanjutnya seperti kuning, merah, hijau, dan sebagainya. Saat itu warna dibuat masih menggunakan bahan-bahan alam. Seperti warna ungu yang dibuat dari serpihan kayu glondongan, beberapa bubuk tawas dan sepotong tembaga hijau (besi sulfat yang terhidrasi membentuk kristal hijau) yang, direbus dengan air. Hingga menginjak tahun 1870-an warna anilin mulai digunakan sehingga menghemat waktu dalam proses pemilihan warna. Proses perwarnaan pun terbilang cukup sederhana karena menggunakan spons dan kuas sebagai media pewarnaan ditepi atas lembar kertas. Sehingga, menghasilkan bagian samping tipis saja yang terlihat ketika buku dibuka. Teknik ini banyak digunakan di buku harry potter salah satunya di the deathly hallows slytherin edition.

image: Periplus Colored edge (Edge Decoration Books)
img: livoniaprint.lv

3. Sprinkled Edge

Teknik sprinkled merupakan dekorasi tepi yang sering dijumpai dan hemat biaya. Dekorasi ini banyak ditemukan pada tahun 1600-an. Metode ini memiliki berbagai cara pengerjaannya. Pertama, mencampurkan pigmen warna dengan pasta, minyak dan air. Taburkan pada buku dengan menggunakan sikat kecil / sikat gigi, lakukan seperti halnya menyemprotkan ke bagian tepi buku. Kedua, bisa menggunakan sikat yang lebih besar. Sikat tersebut menggnakan bahan bulu hewan yang sudah dihaluskan. Setelah dicelupkan kedalam pewarna, bulu-bulu bisa diseka menggunakan batang besi/ peniti, hingga membuat warna-warna terpercik ke tepi buku. Ketiga, memakai bingkai tabur. Menggunakan sikat berbulu pendek, seperti sikat kuku, dan kemudian menyekanya diseluruh permukaan bingkai untuk menghasilkan warna taburan yang merata.

image: Periplus Sprinkled Edge (Edge Decoration Books)
img: abindingpassion.wordpress.com

4. Fore-edge and Hidden Fore-edge Paintings

Melukis pada tepi buku sudah ada sejak abad ke 10. Hingga lukisan tersebut berkembang pesat pada abad ke 19, dimana kebanyakan lukisan tepi bergambarkan biara, pedesaan, bunga dan pemandangan lainnya. Lukisan juga semakin menarik dengan dilukisnya kedua sisi tepi buku (Double Fore-Edge Painting). Jadi, ketika buku dibuka dari belakang gambar terlihat berbeda dengan buku yang dibuka dari depan.
Buku lukisan tepi sekarang ini paling banyak didapatkan. Di sinilah membuat minat baca menjadi lebih terangkat ketika kita melihat keunikan buku tersebut. Terkadang seniman juga menghiasi tepi atas buku agar buku tersebut semakin menarik. Lukisan tersebut biasanya juga menggambarkan isi buku tersebut dengan tujuan disaat kita membalik kertas dibuku tersebut kita juga dapat mengimajinasikan isi dari buku.

image: Periplus Paintings Edge (Edge Decoration Books)
img: nslmblog.wordpress.com

5. Gilding Edge

Buku yang berjenis gilding edge sebagian besar menggunakan warna emas. Penggunaan warna emas bertujuan untuk mempermudah buku disepuh/ diterangi. Jaman dulu teknik ini masih menggunakan bubuk emas dalam pewarnaannya. Emas juga sering dicampur dengan logam lain seperti perak dan tembaga sebagai penyepuhan. Emas yang digunakan merupakan emas murni 22 karat yang digunakan untuk penyepuhan. Setelah berkembangnya penemuan tentang pigmen warna, akhirnya penggunaan emas murni berkurang dan diganti dengan pewarnaan cairan. Buku jenis ini biasanya ditemukan pada buku-buku agama atau kitab suci.

Gilding Edge Book
img: printninja.com

Masih banyak teknik edge decoration yang terus dikembangkan untuk memperindah indahnya buku. Lima teknik di atas adalah sebagian contoh yang sering ditemui dan ditanyakan oleh pembaca. Jika kalian masih ada jenis lainnya yang lebih menarik bisa ditambahkan di kolom komentar agar bisa menjadi ilmu buat kita semua.