Fakta Menarik Nominasi International Booker Prize

Fakta Menarik International Booker Prize 2023 a

Pada tahun ini, The International Booker Prize telah masuk pada babak yang menegangkan. The International Booker Prize merupakan penghargaan sastra international paling prestisius yang diadakan setiap tahun. Penghargaan ini mengarah kepada karya-karya sastra dari seluruh dunia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Pada 19 April lalu, The International Booker Prize telah mengumumkan daftar pendek nominasi The International Booker Prize 2023. Terdapat enam judul yang masuk dalam daftar pendek ini, di antaranya Boulder, Whale, The Gospel According to the New World, Standing Heavy, Time Shelter, dan Still Born. Di balik ketegangan yang mulai meningkat, terdapat beberapa fakta menarik yang harus Bibliobesties ketahui. Penasaran fakta-fakta apa saja yang ada dalam daftar pendek nominasi The International Booker Prize? Yuk, simak lebih lanjut.

Inilah 6 fakta menarik dari daftar pendek nominasi The International Booker Prize.

1. The International Booker Prize menjangkau seluruh dunia

Enam buku dalam shortlist yang telah diumumkan berasal dari negara yang berbeda-beda. Di antaranya Bulgaria, Pantai Gading, Prancis, Mexico, Korea Selatan, dan Spanyol. Lebih menariknya lagi, dua novel dalam shortlist ini berasal dari bahasa yang belum pernah sama sekali masuk nominasi The International Booker Prize.

2. Pengalaman yang pertama dan terakhir

Dua novel dari daftar pendek yang telah diumumkan adalah debut dari penulis Cheon Myeong Kwan dan GauZ. Mereka semakin bersemangat dalam berkarya setelah karya mereka masuk nominasi The International Booker Prize 2023. Berbeda dengan Maryse Condé dengan karyanya yang berjudul The Gospel Acording to the New World. Condé berkata jika memenangkan penghargaan ini, The International Booker Prize tahun ini akan menjadi perayaan untuk novel terakhirnya.

Baca Juga :  Hari Ibu Nasional: Kisah Kasih Perjuangan Perempuan

3. Penerjemahan yang lihai

Whale pertama kali di terbitkan di Korea pada 2004. Beberapa tahun kemudian, Whale telah dianggap sebagai sastra klasik-modern di Korea Selatan dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Setidaknya, butuh waktu beberapa tahun untuk menerjemahkan Whale ke dalam bahasa Inggris. Berbeda dengan Time Shelter yang diterjemahkan oleh Angela Rodel. Dia menerjemahkan Time Shelter sebelum Georgi Gospodinov selesai menulis dalam bahasa aslinya, bahasa Bulgaria. Kesuksesan karya Gospodinov sebelumnya membuat draf novel yang sedang dalam proses menjadi sangat menggoda Angela Rodel.

4. Mengangkat keadaan sosial masyarakat

Banyak dari dalam daftar pendek ini yang merupakan karya yang mencerminkan kondisi masyarakat. Misalnya, Whale menyoroti perubahan yang dialami Korea, khususnya kaum hawa di negara itu,pada masa transisi pramodern ke pascamodern. Kemudian, ada pula Standing Heavy yang berisi dekonstruksi warisan kolonial Prancis dan konsumerisme modern yang dibalut dengan kejenakaan. Lalu, ada The Gospel According to the New World, yang mengangkat dampak dari kolonialisme di Karibia yang berlangsung sangat lama. Lebih mengerikan lagi apa yang dikisahakan Time Shelter.Novel ini sampai mendapatkan komentar dari juri sebagai “a subversive masterclass in the absurdities of national identity”.

5. Benang merah keibuan

Dua novel dalam shortlist ini mengangkat tantangan yang dialami oleh sosok ibu pada jaman moderen sembari menghadapi patriarki. Salah satunya Still Born karya Gualdalupe Nettel. Novel ini mengangkat persoalan yang dihadapi oleh wanita ketika mengandung bayi. Novel kedua adalah Boulder kaya Eva Baltasar. Boulder berkisah pada satu pasangan lesbian yang memutuskan untuk memiliki seorang anak.

6. menggunakan cara bercerita yang berbeda-beda

Meskipun secara umum karya dalam shorlist calon pemenang The International Booker Prize 2023 memiliki sejumlah tema yang sama, namun gaya dan nada penceritaan setiap karya jauh berbeda. Boulder adalah buku yang singkat tapi sangat puitis, dan sangat sensual tentang semua jenis selera. Sementara, Standing Heavy disajikan dalam gaya yang terpisah-pisah, seperti menonton film dari sudut kamera yang berbeda-beda. Dalam Whale, kita akan mendapati penceritaan dengan penuh semangat dan energik. Berbeda lagi, dalam Still Born, Guadalupe berhasil membangun cerita yang mudah diterima pembaca dari situasi yang tidak masuk akal. Sedangkan, Time Shelter adalah novel dengan konsep tinggi namun di imbangi oleh humor yang menyegarkan.

Baca Juga :  Barry Obama dan Kedekatannya dengan Buku

Nah, itu tadi 6 fakta menarik dibalik nominasi penghargaan The International Booker Prize. Sebagai penghargaan sastra bergengsi dalam skala internasional, The International Booker Prize menjadi ajang para penulis dari berbagai negara untuk meluncurkan karir mereka. Jadi, pasti terdapat berbagai macam hal menarik yang ada di setiap tahunnya.

Jika kalian ingin membaca informasi seputar dunia literasi lainnya, temukan di sini.