Novel Yang Diadaptasi Ke Dalam Tayangan Netflix

Bagikan Artikel
Novel-Novel Terlaris Yang Diadaptasi Ke Dalam Tayangan Netflix

Bagi kamu yang sedang mencari berbagai acara TV dan film dari seluruh belahan dunia yang saat ini sedang menjadi topik pembicaraan, hampir pasti kamu ngeklik Netflix. Mau apa? TV Shows? Box Office? Drakor kesayangan? Reality Show? Dokumenter? Tayangan untuk anak? Tayangan edukatif? Semua tersedia di dalam layanan stream media digital yang didirikan oleh Reed Hasting dan Marc Randolph pada 2008 di Scotts Valley, California. Tak jarang, saat kita scrolling tayangan, tiba-tiba ingatan kita langsung tertuju pada dia #eh, maksudnya, rak buku. “Kok rasanya ada yang sama ya antara sampul buku yang pernah aku lihat di Periplus dan thumbnail tayangan yang sedang aku scroll ini, semacam adaptasi novel ke Netflix,” ungkap salah seorang Bibliophiles dalam hatinya.

Beberapa rumah produksi memang sengaja meluncurkan film dan serial yang diadaptasi dari novel-novel terlaris. Penulisnya pun diajak untuk duduk bersama membahas skenario guna menampilkan narasi-narasi indah dalam balutan visual dan seni peran yang mengundang jempol kita untuk segera ngeklik: Watch Now!

Melalui tulisan ini, Perimin mau berbagai novel-novel pilihan yang diadaptasi ke dalam tayangan Netflix. Simak ya!

1. Good Morning, Midnight  oleh Lily Brooks Dalton

Novel Good Morning, Midnight karya Lily Brooks-Dalton diadaptasi menjadi sebuah film fiksi ilmiah dengan judul The Midnight Sky garapan George Clooney. Pada 2049, diceritakan seorang ilmuwan, Augustine, yang melihat kondisi Bumi yang tidak seindah dan semudah saat ini untuk menjalani kehidupan. Inti utama dalam narasi ini adalah hubungan interpersonal yang ditampilkan dalam beragam dialog yang serius dan dalam.

2. Rebecca oleh Daphne Du Maurier

Rebecca merupakan film thriller psikologis nan romantis yang mengisahkan tentang hubungan rumit antara duda tampan dan kaya, Maxim de Winter dan seorang perempuan muda (Nyonya de Winter) di Monte Carlo. Bayang-bayang istri pertama, Rebecca, perlahan menyingkirkan kebahagiaan pasangan ini. Dalam upayanya mencari tahu rahasia di balik pernikahan pertama sang suami, Nyonya de Winter justru mendapati beragam tekanan yang semakin hari semakin menghantui.

All The Bright Places oleh Jenniver Niven

All the Bright Places mengisahkan tentang dua sabahat, Violet Markey dan Theodore Finch,  yang berusaha mengatasi trauma mereka masing-masing. Violet trauma berkendara karena pengalaman tragis yang menimpa kakaknya yang meninggal dalam kecelakaan mobil. Sementara, Theodore mengalami depresi dan seringkali berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Semakin hari malah semakin merasa terisolasi, karena tidak ada satupun dari keluarganya yang mengerti apa yang dilaluinya. Keduanya saling mengenal untuk menyelesaikan tugas sekolah. Saat itu, para murid diminta membuat esai tentang tempat-tempat paling menakjubkan yang terdapat di Bartlett, Indiana. Finch pun mengajak Violet ke sejumlah tempat yang menyimpan banyak keindahan meskipun nampak aneh.

Baca Juga :  24 Buku Pilihan Obama

4. Moxie oleh Jennifer Mathieu

Kisah Moxie diceritakan dari sudut pandang Vivian yang terinspirasi masa lalu ibunya serta seorang bernama Lucy bergaya yang feminis. Menghadapi diskriminasi dan seksisme yang merajalela di sekolahnya, Vivian mengambil tindakan untuk melawan sekaligus meluruskan. Pertemuannya dengan teman-teman baru yang mendukung gerakannya adalah hal menarik dalam cerita ini. Hal-hal praktis yang dilakukan Vivian dan teman-temannya tentunya menarik untuk menampilkan bahwa perubahan sosial bisa dimulai dari diri sendiri dulu.

5. Last Letter from Your Lover oleh Jojo Moyes

Tahun 1960, Jennifer Stirling siuman di rumah sakit dan mendadak lupa. Dia tidak ingat apa pun tentang kecelakaan mobil yang menimpanya, atau tentang suaminya, atau bahkan siapa dirinya. Dia merasa asing. Sampai suatu hari, dia menemukan sepucuk surat dengan inisial “B”, yang memintanya untuk lekas meninggalkan suaminya. Empat puluh tiga tahun berlalu, pada 2003, reporter bernama Ellie menemukan surat misterius itu di tumpukan arsip di kantornya. Dia terobsesi dengan cerita itu dan hendak menggalinya lebih lanjut. Pencarian ini ternyata membantu Ellie untuk menghadapi kebenaran tentang kehidupan cintanya sendiri.

6. Queen’s Gambit oleh Walter Tevis

The Queen’s Gambit mengisahkan kehidupan seorang anak yatim piatu, Beth Harmon yang menemukan bakatnya di bidang catur. Kehidupannya di panti membawa pengaruh yang kurang baik, yaitu soal emosional dan ketergantungan obat dan alkohol. Obat penenang yang diberikan kepada semua anak di panti justru membuatnya semakin kreatif dalam memvisualisasi biduk-biduk pada papan catur. Demi mendapat pengakuan, dia pun menenggak obat-obatan ini lebih dari batasnya sampai kecanduan. Dalam ambisinya mengalahkan juara bertahan, Vasily Borgov, Beth pun berjuang mengatasi segala problematika dalam kehidupan pribadinya, baik soal keluarga, asmara, juga ketergantungannya.

7. Shadow and Bone oleh Leigh Bardugo

Saat melintasi daerah tandus dan penuh ancaman bernama Unsea atau the Fold, insting membela diri Alina Starkov muncul saat kapal yang dia naiki diserang monster. Secara tidak sadar, Alina mengeluarkan kekuatan yang hanya dimiliki oleh para Grisha; bahkan kekuatan langka. Alina yang lantas diajak untuk bergabung dengan Grisha, pasukan sihir paling elit, rupanya menyimpan kekuatan luar biasa dalam dirinya. Sosoknya sebagai sentral begitu menarik dari nothing menjadi something. Bersama Maylen Orestev, sahabatnya yang ahli bela diri sekaligus menawan, Alina menguak rahasia-rahasia dirinya. Dalam perjalanannya, nasib negara Ravka pun bergantung padanya, sebagai seorang anggota Grisha – yang ahli memanipulasi segala elemen menjadi senjata.

Baca Juga :  Jokowi: Optimisme Masa Mendatang dan Duka Mendalam

8. Woman in the Window oleh A. J. Finn

The Woman in the Window adalah sebuah cerita thriller berbalut psikologis dan misteri yang mengisahkan tentang seorang wanita bernama Anna Fox dengan penyakit mental yaitu agorafobia. Dia memutuskan untuk tidak keluar rumah. Pada suatu malam, dia melihat kekerasan dari balik jendelanya. Dari balik jendelanya, ia melihat hal-hal kecil dari tetangga yang melakukan kekerasan. Dari sana, ia menemukan dan merangkai segala hal yang janggal demi mendapatkan jawaban.

9. Trilogi To All The Boys oleh Jenny Han

Alkisah, Lara Jean, seorang siswi remaja yang suka berfantasi tentang percintaan namun justru takut memiliki hubungan romantis yang nyata. Permasalahan berawal dari sang adik mengirimkan surat-surat cinta Lara secara random. Sampai suatu saat, dia memiliki hubungan resmi dengan Peter yang kini telah resmi menjalin hubungan. Banyak momen manis romantis di dalam hubungan mereka. Suatu ketika, Lara pun berjumpa dengan John Ambrose, pria yang menerima surat cinta random itu. Kebingungan muncul, “Apakah seseorang bisa jatuh cinta pada 2 lelaki pada saat bersamaan?

10. Arsene Lupin oleh Maurice Leblanc

Netflix menayangkan narasi Lupin ini dari pendekatan yang lebih kekinian. Dikisahkan seorang anak bernama Assane Diop yang terpaksa kehilangan sang ayah, Babakar Diop, karena tuduhan tidak masuk akal dari sang majikan. Sang ayah mewarisinya sebuah buku tentang Arsene Lupin yang membuat Assane tergila-gila dan mencoba hidup dan bertindak bak Lupin. Sketsa utuh dari serial ini berbicara soal balas dendam Assane Diop yang melibatkan beberapa orang dekat. Dengan trik dan intrik menarik, dan malah plot twist, Assane membuktikan dirinya bak Lupin yang selalu punya akal dalam menyelesaikan beragam permasalahan.

***

Kamu juga bisa mendaptkan novel-novel di bawah ini dengan harga spesial melalui promo Inspiring Spring. Cukup tekan tombol atau tautan di bawah ini!

Toko Buku Import
Tekan di sini!