Olimpiade Tokyo 2020: Dari Hobi, Mendatangkan Prestasi

Bagikan Artikel
image: Olimpiade Tokyo 2021

PPKM Resmi Diperpanjang

Dearest Bibliophiles, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara resmi diperpanjang lagi. Sedih sih, pasti. Tapi, yuk kita taati protokol kesehatan dan tetap bersemangat positif dalam menghadapi pandemi ini. Moga-moga, ini semua cepat berakhir. Moga-moga, Bibliophiles berada dalam kondisi sehat, ya!

Di sela-sela pandemi, Perimin merasa masih bisa merayakan kehidupan melalui tontonan-tontonan olah raga. Baru saja kita disuguhi beragam kompetisi, mulai dari Piala Copa America, Piala Eropa, Final Tenis Seri Grandslam, maupun Final NBA. Ada satu lagi ajang pertandingan olah raga yang segera kita jelang. Yup! Ada Olimpiade Tokyo 2020, yang akan dilangsungkan pada 23 Juli — 2 Agustus 2021. Olimpiade Tokyo sudah tertunda selama setahun akibat pandemi Covid-19, lho!

image: cabang olah raga Olimpiade Tokyo 2021
Pertandingan 8 Cabang Olah Raga Baru dalam Olimpiade Tokyo 2021: Skate Board, Surfing, Sport Climbing, Freestyle BMX, Karate, Basketball 3×3, Baseball, dan Softball

Bibliophiles tahu ga, apa yang baru dari acara Olimpiade Tokyo 2020? Perimin kepo dong! Ternyata, Olimpiade Tokyo 2020 akan diselenggarakan tanpa penonton langsung di stadion. Tentu saja, pembatasan ini terkait dengan pandemi Covid-19. Selain itu, Olimpiade Tokyo 2020 juga mempertandingkan 8 cabang olah raga baru, lho! Skate Board, Surfing, Sport Climbing, Freestyle BMX, Karate, Basketball 3×3, Baseball, dan Softball akan dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020. Keren!

Eits, tapi ada lagi yang unik dari ajang Olimpiade Tokyo 2020. Ternyata, Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyelenggarakan Olympic Virtual Series pada 13 Mei — 23 Juni 2021 untuk membuka Olimpiade Tokyo 2020. Olympic Virtual Series ini diselenggarakan demi memberikan pengalaman digital yang unik. Harapannya, anak-anak muda yang akrab dengan dunia digital bisa belajar nilai-nilai sportivitas yang dijunjung dalam setiap Olimpiade.

image: e-sport yang diperlombakan dalamOlimpiade Tokyo 2021
Olympic Virtual Series untuk anak-anak melalui aplikasi Baseball Powerful Pro Baseball 2020, Zwift, Virtual Regatta, dan Gran Turismo dari 13 Mei – 23 Juni 2021.

Banyak Cabang Olahraga Game Virtual Baru

Terus, apa saja yang dipertandingkan dalam Olympic Virtual Series? Ada 4 permainan yang diperlombakan, yakni bisbol yang menggunakan gim eBaseball Powerful Pro Baseball 2020 (terbitan Konami Digital Entertainment), bersepeda yang menggunakan Zwift (Zwift inc.), mendayung yang menggunakan format terbuka, berlayar yang menggunakan gim Virtual Regatta (Virtual Regatta SAS), dan otomotif yang menggunakan Gran Turismo (Polyphony Digital).

Baca Juga :  5 Pelajaran Sukses Robert Kiyosaki

Perimin jadi ingat pengalaman waktu masih anak-anak. Perimin sering ditegur ortu karena dulu kebanyakan main gim. Dulu, Perimin senang main gim Harvest Moon. Nah, Perimin ditanya, “Main gim terus, mau jadi apa nanti?” Ya, Perimin nggak ngerti juga kan kalau sekarang jadi mimin-nya Periplus Hehehe…

image: Bang Hansel ‘BnTeT’ Ferdinand : atlet e-sport Indonesia
Bang Hansel ‘BnTeT’ Ferdinand tercatat jadi atlet e-sport Indonesia dengan penghasilan tertinggi, mencapai 2,4 miliar rupiah.

Hansel ‘BnTeT’ Ferdinand, Atlet E-Sport Indonesia dengan Penghasilan Fantastis!

Pokoknya, zaman Perimin beda banget dari zaman sekarang. Kalau sekarang kan, ada Bang Hansel ‘BnTeT’ Ferdinand. Doi itu atlet e-sport kondang tanah air, lho! Cogan kelahiran 1995 ini jago main Counter Strike: Global Offensive (CS:GO) dan sempat membawa timnya, Gen.G asal Amerika Serikat, jadi juara DreamHack Open Anaheim pada Februari 2020. Selain berprestasi, Hansel ‘BnTeT’ juga tercatat jadi atlet e-sport Indonesia dengan penghasilan tertinggi. Doi yang sekarang bergabung dengan tim e-sport asal Rusia, Extremum, ini memiliki penghasilan mencapai 2,4 miliar rupiah. Gokils!

image: The King's of Avatar mengisahkan e-sport fiktif yang dimainkan oleh anak-anak di Tiongkok.
The King’s of Avatar mengisahkan e-sport fiktif yang dimainkan oleh anak-anak di Tiongkok.

Pokoknya, Perimin yang blank soal dunia e-sport jadi kepo gara-gara tren olah raga digital. Apalagi, gegara PPKM ini, Mimin juga ngikutin drama seri Tiongkok yang temanya e-sport. Perimin sebenarnya jadi belajar soal kedisiplinan, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.

Jadi, Bibliophiles, kesayangan Perimin semua, pokoknya yang penting adalah menekuni hobi yang kita senangi sekarang. Apalagi, di masa pandemi ini, kita bisa makin punya banyak waktu buat mengembangkan minat dan bakat kita. Siapa tahu, kita bisa jadi anak muda yang berprestasi. Dari yang semula hobi, bisa jadi prestasi. Syukur-syukur bisa mendatangkan penghasilan. Amin!