Rekomendasyik 7 Buku Self-help

0
Share
Rekomendasyik 7 Buku Self-help

Kehidupan memang selalu menghadirkan hari-hari yang penuh kejutan. Ada kalanya, kita tenggelam dalam kebahagiaan, namun tak jarang juga kita terjebak dalam berbagai permasalahan duniawi. Kehidupan menuntut kita untuk sigap menanggapi kejutan-kejutan yang ada. Jika tidak, kita akan merasa terjebak dalam kehidupan ini.

Ada berbagai cara untuk membuat diri kita selalu sigap dalam menghadapi kehidupan yang penuh kejutan ini. Salah satunya dengan menyiapkan diri dengan membaca buku-buku. Nah untuk itu, kali ini Perimin telah menyiapkan 7 buku self-help yang bisa membantu kita berbenah diri dan sigap dalam dunia yang penuh kejutan ini.

Berikut Rekomendasyik7 buku self-help a la Perimin.

1. Real Work

Melalui buku ini, Adam Gopnik hendak mengungkapkan misteri mendasar bagaimana manusia bisa menguasai beragam hal. Gopnik mempelajari keahlian-keahlian dari pelukis klasik, petinju, instruktur tari, instruktur mengemudi, dan lainnya. Gopnik menemukan metode yang berpola dan sama. Menariknya, tak jarang “penguasaan sebuah keterampilan” lahir dari ketidaksempurnaan dan ketidaksengajaan. Buku The Real Work akan membantu kita memahami bagaimana penguasaan dapat terjadi dalam hidup kita sendiri―dan, secara signifikan, mengapa masing-masing dari kita tanpa henti berusaha memperbaiki diri sejak awal.

2. Fix the System, Not The Women

Laura Bates menganalisa dan membongkar penindasan terhadap perempuan terjadi secara terstruktur dan sistematis dalam masyarakat modern. Bagi Bates, ketertindasan kaum perempuan selalu diawali oleh berbagai kegagalan sistemik dalam masyarakat. Bates dengan cermat dan mendetail menyoroti persoalan ini dan membongkarnya hingga ke akar permasalahannya.

3. Life in Five Senses

Selama beberapa tahun, Rubin telah mempelajari sifat-sifat manusia dan merefleksikan bagaimana manusia dapat membangun kebahagiaan dalam hidup. Kali ini, dalam buku Life in Five Sense, Rubin melakukan penelitian tentang misteri dari panca indera untuk membentuk kebahagiaan dalam hidup. Dia menyajikan berbagai jalan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih berenergi, kreatif, dan penuh cinta dengan memaksimalkan pancaindera.

4. Four Thousand Weeks

Four Thousand Weeks menyajikan suatu upaya untuk membangun kehidupan yang bermakna. Buku ini juga menunjukkan kepada kita berapa banyak cara yang telah kita gunakan dalam hidup ternyata tidak begitu berguna. Dengan memanfaatkan wawasan para filsuf, psikolog, dan guru spiritual, Oliver Burkeman memberikan panduan yang praktis namun mendalam tentang waktu dan cara mengatur diri kita berhadapan dengannya.

Four Thousand Weeks menyajikan suatu upaya untuk membangun kehidupan yang bermakna. Buku ini juga menunjukkan kepada kita berapa banyak cara yang telah kita gunakan dalam hidup ternyata tidak begitu berguna. Dengan memanfaatkan wawasan para filsuf, psikolog, dan guru spiritual, Oliver Burkeman memberikan panduan yang praktis namun mendalam tentang waktu dan cara mengatur diri kita berhadapan dengannya.

5. Build to Move

Built to Move adalah sebuah buku yang menjadi cambuk untuk orang-orang mager, atau no-life community. Buku ini memperkenalkan serangkaian prinsip dan tindakan yang dapat dipraktikkan kapan saja, meski dalam waktu yang padat. Built to Move menyajikan panduan definitif untuk membangun tubuh dan pikiran yang sehat sehingga membuat kinerja kita menjadi lebih berkualitas.

6. Joie

“Merayakan hal-hal sederhana” atau  joie de vivre adalah falsafah hidup khas negara paling romantis sedunia: Prancis! Ajiri Aki, seorang anak piatu dari keturunan Nigeria-Jamaika, diwarisi sebuah etiket sebagai cara hidup untuk menghargai sesama manusia saat pindah ke Paris. Aki membagikan pengalaman keramahtamahan dan indahnya hal-hal sederhana dalam kata, cerita, dan citra. Buku ini memberi petunjuk bagaimana merayakan hidup dengan sederhana, mulai dari menjamu tamu seolah-olah menjadi waktu terindah (apéro) yang sempurna, berlama-lama di sekitar kota seperti bak sepasang sepatu (flâneur), hingga berbelanja barang antik di pasar.

7. Reset

Reset adalah soal memencet tombol “pengaturan ulang”. Kita kembali pada pengaturan bawaan yang lebih baik untuk diri kita. Kebiasaan lama yang buruk bisa diubah asalkan selaras dengan pikiran, hati, dan kehendak diri. Perubahan diri yang lebih utuh dan lebih awet daripada niat yang mudah menguap bawah waktu yang terik.

Nah, di atas tadi Rekomendasyik buku self-help a la Perimin. Semoga, Rekomendasyik buku-buku dari Perimin ini dapat membantu Bibliobesties sedikit tercerahkan. Sebab, untuk sigap menghadapi kehidupan ini kita harus mengenali diri juga keadaan yang ada.

Jika Bibliobesties ingin membaca Rekomendasyik buku-buku lainnya, temukan di sini.