Ethos pada Usia Pendidikan Awal Anak

Bagikan Artikel

Pendidikan awal anak mengandung kaitan yang tak terbantahkan antara aspek global dan local dalam konteks pembelajaran di dalam kelas. Glokalisasi merupakan fenomena yang sudah lumrah dalam keseharian kita. Anak-anak yang lahir dan tumbuh dalam situasi glocal akan tumbuh dalam kondisi lingkungan multibahasa. Pada fase pendidikan awal anak, utamanya di negara-negara yang tidak menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pertama, anak-anak perlu dibantu menghubungkan bahasa aslinya dengan bahasa Inggris.

Dalam konteks pendidikan, di satu sisi kita pun berikhtiar agar anak-anak memliki sayap-sayap yang kuat untuk mengepak terbang. Kita bantu dan dukung mereka agar aspek kognitif berkembang. Di sisi lain kita juga ingin agar mereka berakar mendalam. Kita pun mengupayakan yang terbaik agar aspek emosi pun subur bertumbuh. Singkat kata, kita ingin agar nalar-budi dan nalar-hati anak-anak kita bertumbuh beriringan.

Untuk itu, perlulah kita semakin memahami dunia anak sejak awal usia pembelajaran mereka. Ternyata, mereka juga memiliki “dunia” masing-masing. Anak bukanlah sekadar “selembar kertas kosong”. Faktor keluarga dan kultur di mana anak lahir dan bertumbuh turut memengaruhi cara berpikir maupun reaksi-reaksi perasaannya.

Selain itu, kita perlu mengembangkan “ethos” dalam fase pendidikan awal anak. Terutama, “ethos” terkait dengan situasi pendidikan yang semakin bersifal glocal. Namun, “ethos” sendiri apa artinya? Sederhananya, “ethos” adalah

Bersama Arabella Koopman (Collins UK) mari kita dalami tips & trick mempertemukan “dunia anak” dengan “dunia kelas” yang dijembatani oleh medium bahasa, khususnya pada level pendidikan awal. Arabella sendiri pernah menjadi guru TK dan kepala sekolah di Afrika Selatan. Ia telah menulis beberapa publikasi untuk level TK maupun SD. Fokus pembahasan yang didalaminya adalah persoalan pengembangan berbahasa dan beraksara bagi anak-anak usia dini pada lingkungan multibahasa.

Baca Juga :  Seni Parenting di Era Digital (4 Mei 2021)

Semoga, dengan semakin memahami dunia setiap anak sebagai indvidu, kita pun bisa memberikan dukungan yang optimal kepada mereka.

Sampai bertemu pada pembelajaran mendatang.

Salam Pendidikan,

Periplus Education

teacher-academy@periplus.co.id