Food Safety dalam Bisnis Makanan

Bagikan Artikel

Food safety dalam bahasa Indonesia dikenal dengan keamanan pangan, yaitu suatu upaya untuk menjaga makanan agar aman untuk dikonsumsi. Makanan harus dipersiapkan sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan gangguan kesehatan atau membahayakan konsumen. Upaya ini dilakukan mulai dari tahap persiapan, proses pembuatan, hingga penyimpanan suatu produk makanan.

Mengawali usaha di bidang pangan merupakan salah satu hal terbaik. Hal tersebut dikarenakan bahwa bisnis pangan merupakan salah satu bisnis yang menyangkut kebutuhan primer manusia. Dalam masa pandemi, banyak dari anak muda yang membuka bisnis makanan untuk mencari sumber nafkahnya. Alangkah baiknya mari kita belajar bersama seseorang yang sudah berpengalaman di bidang tersebut. Di sini, salah satu pengamat pangan di kalangan anak muda ingin bercerita. Sebut saja dia Putri. Putri merupakan orang yang sudah bertahun tahun bekerja disalah satu perusahaan industri pangan di Indonesia. Dia juga beberapa kali ikut menangani masalah food safety di dunia Industri pangan.

Industri makanan di Indonesia

Di dalam industri makanan, penerapan food safety adalah hal mendasar yang wajib dilakukan oleh pelaku usaha makanan dan minuman. Hal ini sudah diregulasi oleh pemerintah dalam bentuk standarisasi untuk menjamin keamanan produk makanan. Contoh standarisasinya adalah Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), ISO 22000, Food Safety System Certification (FSSC) 22000, British Retail Consortium (BRC), dan sebagainya. Pelaku usaha harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam panduan standarisasi tersebut untuk bisa memberikan jaminan bahwa produknya layak konsumsi. Standarisasi tersebut mengatur segala hal tentang produksi makanan yang baik, contohnya pada standar ISO 22000, disyaratkan bahwa manajemen harus memiliki komitmen terhadap keamanan pangan, terdapat perencanaan yang matang terhadap bahaya/risiko keamanan yang mungkin muncul selama proses produksi dan penyimpanan, adanya sistem telusur (traceability), audit internal, dan masih banyak lagi. Seluruh karyawan di area produksi juga harus memiliki awareness terhadap food safety.

HACCP
Essential Food Safety Management (2016) karya Culina Salus. Cek di sini

Untuk bisa memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, diadakan audit internal maupun eksternal dari lembaga sertifikasi secara berkala memastikan bahwa system managemen keamanan pangan berjalan dengan baik. Dalam keseharian, dilakukan pengontrolan dan monitoring dari internal karyawan untuk meminimalisir adanya bahaya keamanan pangan, contohnya dari kontaminasi fisik, kimia dan biologis yang bisa muncul dari lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Quantum Marketing: Raja Rajamannar

Standarisasi HACCP, ISO, dan BPOM

HACCP dan ISO keduanya merupakan standar keamanan pangan. HACCP lebih menekankan pada persyaratan teknis, sedangkan ISO 22000 tidak hanya mengatur persyaratan teknis namun juga mencakup pengendalian terhadap system manajemen. Bisa dikatakan apabila suatu company telah memiliki sertifikat ISO 22000, maka pastinya mereka juga telah menerapkan HACCP dalam industrinya.

Untuk menjamin keamanan pangan harus didukung oleh semua pihak, dari pemerintah, produsen dan juga konsumen. Maka dari itu, diperlukan proses edukasi bagi semua pemangku kepentingan tentang keamanan pangan agar tumbuh awareness terhadap isu keamanan pangan, sehingga apabila ditemukan penyimpangan dapat segera diatasi. Selain itu pemerintah juga telah memfasilitasi melalui BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dalam mengatur kestabilan pangan di Indonesia.

Food safety di lingkungan keluarga

Sekarang pertanyaannya bagaimana menjaga keamanan pangan di lingkungan Keluarga?  Tipsnya: Di lingkungan keluarga dan pribadi, perkaya pengetahuan tentang bahan makanan dan cara penyimpanannya. Lakukan cara-cara yang diperlukan agar makanan bebas dari kontaminasi fisik, kimia ataupun biologi. Informasi seputar hal ini bisa didapatkan dari internet maupun buku berikut:

Food Safety Handbook
Food Safety Handbook (2020) Cek di sini
Law on Food Savety (2019) karya Peter Johnson. Cek di sini

Keamanan pangan tidak bisa diidentikan dengan suatu daerah atau golongan, karena hal ini lebih kepada integritas dan awareness dari produsen dan konsumen, serta pemerintah sebagai regulator. Namun apabila kita menemukan suatu produk makanan yang memiliki sertifikasi keamanan pangan, kita bisa memiliki keyakinan yang lebih bahwa makanan tersebut aman dikonsumsi. Perhatikan juga expired date dan juga kondisi makanan tersebut secara visual, karena cara penyimpanan dan handling yang tidak tepat juga dapat merusak mutu makanan.

Baca Juga :  Rumahku (barangkali juga menjadi) Sekolahku

Generasi muda promosikan food safety

Di masa pandemi banyak sekali orang yang terdampak dan mengubah mata pencariannya di bidang makanan. Tidak heran juga banyak artis maupun Youtuber yang mulai mengeluti dunia pangan. Mereka menjadi pemengaruh masyarakat untuk menerapkan budaya higienis pada peralatan makan dan dalam menyiapkan serta menyimpan makanan. Selain itu, mereka juga memperluas wawasan masyarakat tentang kontaminasi dan keamanan pangan.

Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah sebagai regulator diharapkan mampu bersikap tegas untuk penerapan sistem keamanan pangan. Produsen makanan harus berintegritas dan berkomitmen untuk memberikan produk yang aman, dan konsumen perlu memiliki awareness terhadap keamanan pangan sebagai fungsi pengawasan terhadap produsen makanan.