Sayonara, Periplus Malioboro Plaza

Bagikan Artikel
Obituari Periplus Malioboro

Kami pamit … setelah 26 tahun.

Apa yang mengendap dalam batinmu saat masuk ke dalam sebuah toko buku?

Barangkali, benar bahwa kita tidak benar-benar merasakan arti sesuatu—juga seseorang—dalam hidup kita sampai dia menghilang dari hidup kita. Lalu, yang tersisa hanyalah kenangan. Kenangan mungkin adalah secuil ingatan yang paling subtil. Dari kenangan, kita hampir bisa menghadirkan segalanya: seseorang, suara, bahkan bau atau aroma.

Orang bilang, toko buku selalu punya aroma khas. Mungkin, hampir sama dengan “wangi” rambut ibu. Tentu saja, hal ini berlaku hanya untuk orang dengan penciuman yang tajam: para Bibliobesties.

See You Again Periplus Malioboro

Mungkin, ini benar-benar terjadi dalam penggalan hidup pecinta buku. Bergandengan tangan memasuki sebuah toko buku, lalu berdua takjub dengan jajaran jendela dunia yang dipajang di rak-rak coklat. Mata tersesat di belantara kata. Imajinasi melambung bersayap terbang ke atas. Diri kita larut dalam semesta bernama: “dunia pengarang”—yang lama-lama jadi dunia kita pula.

Memilih satu di antara seribu. Kadang, karena sampul warna-warni memikat mata. Atau, karena nama pena si pengarang. Atau, mungkin memang sudah jalannya.

Ah, seandainya dia tahu bahwa memilih sebuah buku setara dengan memilihmu untuk menemaniku. Ini semua soal rasa, soal hati. Ini soal pilihan.

Tapi, soal pilihan ini perkara rumit. Bahkan, untuk perkara remeh-temeh seperti ingin makan mie instan pun kita harus memilih: mau yang rebus atau yang goreng? Atau, malahan lebih enak yang “nyemek”? Perkara memilih ini rumit karena kita sadar, ada tanggung jawab yang wajib dijinjing. Dan, nasib orang lain di masa yang akan datang.

Mengingat perkara pilihan dan tanggung jawab itu, dengan berat hati, Perimin hendak menyampaikan satu hal yang mungkin terasa pahit. Kami pamit dari Malioboro Plaza. Banyak terima kasih untuk kesetiaan para Bibliobesties se-kota Gudeg.

Baca Juga :  Cerita Keluarga Selalu Berharga

Ada banyak kisah. Ada banyak rindu. Ada banyak cinta. Namun, mungkin memang sudah begini jalannya. Meskipun kami pamit, semoga tautan cinta Perimin dan Bibliobesties se-kota Gudeg tak terpisah jalan.

Kami mencintai kalian, Bibliobesties!

Perimin,
XOXOXO

Periplus Malioboro

___

Bagimu, kami persembahkan promo terakhir dari kami. Terima kasih sudah menemani kami selama 26 tahun.

See You Again Periplus Malioboro