Ruang Rehat & Jiwa: Trilogi Karya Hardini Dyah Astuti

0
Share

Seni Kontemplasi dan Keberanian Berhenti Sejenak Bersama Hadania

Di tengah deru kehidupan modern yang menuntut kita untuk terus bergerak cepat, mengambil jeda adalah sebuah kemewahan. Momen berhenti sejenak adalah kunci utama untuk mendengarkan kembali suara hati yang kerap kali tenggelam dalam bisingnya rutinitas. Kesadaran inilah yang coba dihadirkan oleh drg. Hardini Dyah Astuti, atau yang akrab disapa Hadania, melalui rangkaian karya seninya yang mendalam. Bagi BiblioBesties yang tengah mencari panduan batin, rangkaian karya Hadania ini dapat menjadi pilihan buku tentang penemuan diri yang sangat relevan dan menenangkan.

Melalui trilogi bertajuk Road to Mindfulness, Hadania meluncurkan tiga buah karya terintegrasi: My Rhapsody in Blue, 39 is 0, dan dek kartu reflektif Sacred Feminine Oracle Card. Kombinasi ketiganya adalah sebuah undangan terbuka untuk memulai sebuah monolog panjang yang jujur dengan diri sendiri. Hadania mengajak pembacanya berani merangkul angka nol bukan sebagai tanda kegagalan, melainkan sebagai sebuah titik awal yang murni untuk membangun kembali kehidupan yang lebih sadar.

Salah satu elemen yang paling mencuri perhatian dalam trilogi ini adalah Sacred Feminine Oracle Card. Berbeda dengan dek kartu ramalan pada umumnya yang berfokus memprediksi masa depan, Hadania merancang kartu ini dengan fungsi ganda yang menitikberatkan pada proses berpikir mendalam (deep thinking) dan pengenalan personal. Di dalam setiap kartu, pengguna tidak hanya disuguhi visual yang menggugah emosi, tetapi juga dilengkapi dengan prompt atau pertanyaan panduan khusus untuk menulis jurnal (journaling).

Hadani meyakini bahwa menulis jurnal adalah sebuah medium sakral yang memberi kita ruang dan waktu yang sangat dibutuhkan untuk mendengar suara terdalam di dalam batin, sehingga kita bisa kembali terhubung dengan esensi diri yang sesungguhnya. Kontemplasi batin terjadi justru ketika kita berani menjawab pertanyaan-pertanyaan jujur yang muncul dari refleksi kartu tersebut.

Melalui Trilogy Road to Mindfulness, Hadania menegaskan sebuah pesan penting: bahwa keberanian sejati seorang manusia, khususnya perempuan, bukanlah diukur dari seberapa jauh atau seberapa cepat ia mampu melangkah menerobos dunia. Sebaliknya, kekuatan tertinggi itu justru ada pada kemampuan dan kebesaran hati untuk mendadak berhenti sejenak, menarik napas dalam-dalam, menyimak tuntunan intuisi batin, dan berani mengakui kapan tubuh serta jiwa membutuhkan istirahat karena perjalanan sudah terasa terlalu jauh.

Bagi siapa saja yang sedang membutuhkan ruang dan kegiatan literasi yang menenangkanm, mari putus rantai kepenatan, merawat kesehatan mental, dan memulai perjalanan pulang menuju kedamaian jiwa yang hakiki dalam diskusi hangat.