Ngobrol Kalcer bareng Periplus di Indo Comic Con 2023

Ngobrol Kalcer bareng Periplus di Indo Comic Con 2023

Indonesia Comic Con hadir sejak 2015 sebagai perayaan atas budaya pop di Indonesia. Acara ini dibuat sebagai platform untuk para penggemar di Asia Tenggara untuk merayakan kecintaan mereka pada komik dan budaya pop. Di sini, para penggemar komik dan budaya pop bisa bertemu dan bersenang-senang bersama sesama penggemar atau komunitas komik dan budaya pop. Kesenangan yang ditawarkan melalui acara ini meliputi “artefak” budaya pop yang meliputi: komik, gaya hidup, gim video, film, dan mainan.

Periplus, sebagai distributor dan penyedia buku impor bermutu, menyambut baik kesempatan berlangsungnya Indonesia Comic Con 2023 yang mengusung tema Pop Asia. Melalui jaringan distribusi yang luas dan hubungan baik dengan penerbit, khususnya untuk komik, Periplus ingin turut menyokong perhelatan Indonesia Comic Con 2023 ini.

Ngobrol Kalcer bareng Periplus

Periplus mencoba merespon acara Indonesia Comic Con 2023 sebagai platform perayaan budaya pop dengan turut serta menghadirkan booth untuk para pecinta komik. Namun, tak cukup hanya sampai di situ, Periplus ingin menyapa pecinta budaya pop dengan menggelar acara Ngobrol Kalcer bareng Periplus dengan tajuk Nafasku adalah ‘Pop Culture’: Menginsyafi Budaya Pop sebagai Jalan Berkebudayaan. Acara ini dibuat karena Periplus ingin mengangkat diskusi tentang seluk-beluk dan peluang meraup cuan dari budaya pop. Pada gilirannya, pengetahuan tentang seluk-beluk dan peluang menangguk untung dari budaya pop akan memutar roda ekonomi dan menghidupi ekosistem budaya pop itu sendiri.

Tujuan Ngobrol Kalcer bareng Periplus

Melalui diskusi dalam Ngobrol Kalcer bareng Periplus ini, kami hendak menawarkan ruang untuk berbagi pengalaman, insights, dan refleksi untuk menimbang aksi di masa yang akan datang, untuk:

  1. Menemukan motivasi dasar dalam cakupan personal dan komunal bagaimana mengasah kreativitas dalam konteks budaya populer;
  2. Berjumpa dengan rekan-rekan sesama penikmat budaya populer yang memiliki semangat dan keresahan yang senada untuk memajukan ekosistem budaya populer;
  3. Membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan praktis yang didasarkan pada perspektif yang muncul dalam paparan para narasumber dan proses diskusi.
Baca Juga :  Terlibat Berprestasi meski Pandemi

Pengisi Acara Ngobrol Kalcer bareng Periplus

Ngobrol Kalcer bareng Periplus kali ini akan mengundang, para pencerita utama dan pemerhati dunia kreatif dan budaya pop yang akan membagi wawasan untuk mengembangkan ekosistem budaya populer:

Asisi Suhariyanto

Komikus yang fokus mengembangkan kanal digital di Youtube dengan nama, Asisi Channel. Karena kecintaanya pada sejarah dan budaya nusantara, kanal ini didesain untuk memproduksi konten-konten edukatif terkait khazanah kekayaan budaya nusantara, terutama Candi, Sejarah, dan Budaya Jawa Kuno. Melalui tangannya, beragam ulasan candi-candi pun terkemas dalam narasi dan visual yang apik. Sejak tahun 1995, Asisi menjadi ilustrator dan kartunis di berbagai surat kabar. Baru 20 tahun belakangan ini, Asisi mulai membuat komik manga dan komik edukasi sejarah untuk beberapa penerbit nasional.

Chirs Lie

Komikus Indonesia yang mendunia ini merampungkan pendidikan di Savannah College of Art and Design jurusan Sequential Art. Saat magang di perusahaan komik Devil’s Due Publishing Chicago, Chris diminta ikut menggambar sosok GI Joe yang lebih muda dan trendi. Begitu kembali ke tanah air, Chris mendirikan Caravan Studio. Bersama dengan ilustrator dan komikus lain, beragam proyek mulai didesain dan diproduksi, mulai dari komik, desain mainan, ilustrasi video game, sampai konsep art untuk film layar lebar.

Yagaichi

Cosplayer sekaligus SFX (special effect) Make-up artist yang ramah ini memiliki banyak kelebihan dalam tren budaya popular. Kemampuan seni panggung yang digabungkan dengan kepekaan rasa dalam bidang estetika menjadi paket komplit yang dijalani oleh Yagaichi. Kepiawaiannya dalam dunia permainan kostum atau lakon kostum diakui oleh banyak pihak. Hal ini nampak dari kehadirannya sebagai dewan juri dalam beberapa kegiatan-kegiatan lakon kostum (cosplay).

Baca Juga :  ELTea Time: yang lokal, yang global

Maria Margaretha Earlene

Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) satu ini memiliki nama lengkap Maria Margaretha Earlene.Belum lama ini, fotonya dimuat dalam salah satu artikel dari Majalah Tempo dengan judul “Geliat Cosplay Setelah Pandemi Covid-19.” Nampak Earlene mengenakan kostum Putri Salju di salah satu restoran di daerah Kembangan, Jakarta Barat. Sebagai seorang Chief Makeup Artist, Earlene terlibat dalam beberapa produksi film layar lebar, seperti Asih 1, Asih 2, Danur 2, Iblis dalam Darah, Before the Nights Fall, dan segera akan tayang: Rambut Kafan.

KameAam

Nama Kameaam sudah tidak asing lagi di telinga para penggemar dunia anime dan gim, termasuk juga cosplay. Semenjak memerankan diri dengan kostum Layla dalam gim Mobile Legends, namanya dilirik sebagai pemain kostum kenamaan. Menurut informasi yang dirilis dalam dailysia.com, Aam begitu menaruh hati pada karakter Kotori Minami dalam Love Live dan Nico Robin dalam One Piece. Digital Creator rupawan ini juga dikenal sebagai pro player di dalam industri eSport.

***

Lewat acara Ngobrol Kalcer bareng Periplus, para pencerita diharapkan untuk berbagi pengalaman merefleksikan insight yang ditemukan ketika bergelut dan berkutat dengan industri kreatif dan budaya pop ke dalam tiga hal, yakni:

1. Melihat betapa pentingnya kreativitas sebagai roda gila dalam industri budaya pop;

2. Menimbang bersama situasi perkembangan ekosistem budaya pop di Indonesia saat ini;

3. Mencoba mendiskusikan langkah-langkah strategis untuk menumbuhkan ekosistem budaya pop di Indonesia sehingga bisa menjadi sumbangan bagi perkembangan budaya dunia.