Memaknai Kebahagiaan: IG Live BOOTOPIA

Bagikan Artikel
IG Live Bootopia Aku Bakal Bahagia Jika

Berbicara kehidupan, berarti berbicara soal alasan dan tujuannya. Dari perspektif eudamonia, terlebih sudut pandangnya Aristoteles, memaknai kebahagiaan itu merupakan upaya untuk kejelian melihat tujuan dari langkah laku manusia yang memiliki kebaikan hati. Kita boleh melihatnya dalam koridor kesejahteraan sosial, apa-apa tercukupi, ya sandang, ya pangan, ya pekerjaan, syukur-syukur papan tanpa cicilan, plus kebutuhan rebahan dan jalan-jalan. Periplus yakin bahwa pemahaman tentang ‘mencari kebahagiaan’ atau ‘memaknai kebahagiaan’ ini patut kita perbincangkan di ranah digital dan sentimental.

Periplus akan mengadakan IG Live dengan Semangat Utama BOOTOPIA: ReBounce/ReBalance. Diturunkan ke dalam Tema Besar yang bentuknya adalah kalimat terbuka, “Aku Bakal Bahagia Jika […].” Sengaja, memang tema utamanya dibuat terbuka agar para pencerita (kami menyebutnya alih-alih narasumber) berbagi pengalaman yang benar-benar praktis, pragmatis, dan estetis. Kami bilang ‘estetis’ dalam pengertian bak peloncat trampolin melakukan gerakan-gerakan gimnastik yang cantik. Harapan semangat ReBounce/ReBalance yang mendamba buku menjadi ‘trampolin’ bagi jiwa untuk melambungkan asa, rasa, dan logika, ini pulalah yang didamba melalui IG Live kali ini: sebuah ruang bagi beberapa pencerita untuk berbagi kisah melambungkan pengalaman penuh kebosanan, ancaman, ketakutan bepergian, atau kehilangan menjadi pengalaman untuk mencari keseimbangan menghadapi post-pandemi dengan gerakan yang anggun nan cantik: Bahagia di depan mata! Dua pekan ini barangkali menjadi saat yang tepat memaknai kebahagiaan.

1. Aku Bakal Bahagia Jika Aku Bisa Mendidik

Hugo & Tanto - Aku Bakal Bahagia Jika Aku Bisa Mendidik
Senin, 21 Maret 2022 – 16:00 WIB

Bersama Hugo Indartno dan Jawir Sutanto, kita diajak untuk memaknai kebahagiaan melalui profesi sebagai seseorang yang pernah bekerja sebagai guru atau pendidik. Panggilan ini tidak melekat pada pengalaman di dalam kelas, berjumpa dengan peserta didik bersama bangku dan meja kayu, juga papan tulis hitam atau putih, plus spidol atau masih kapur.

Keduanya memiliki jalan ninja-nya mengabdikan diri sebagai seorang pendidik. Dari jalan yang mereka pilih inilah kita akan memaknai kebahagiaan.

2. Aku Bakal Bahagia Jika Aku Punya Minimal 20 Buku

Devina & Lina - Aku Bakal Bahagia Jika Aku Punya Minimal 20 Buku
Selasa, 22 Maret 2022 – 16:00 WIB

Pasangan Ibu dan putri yang selalu kompak dalam dunia baca, diskusi buku, ngomongin film, sampai hunting buku-buku seru merengkuh kecintaan mereka pada dunia buku dengan mendirikan kelompok Lit & Coffee. Ide awal mengajak duo-XNTJ ini berawal saat Devina memposting entah candaan entah seriusan, “When children have a home library, as little as 20 books of their own, they achieve 3 more years of schooling than children who don’t have any books at home.” Dan, dalam 3 menit, Ibu Lina membalas, “You have more than 20 books …:)

Bersama mereka, kita tentunya akan menggali mengapa dan bagaimana dunia buku begitu menjadi bagian dari dinamika keseharian mereka, apakah soal mencari kebahagiaan, atau soal mengisi waktu senggang. Atau, membaca sudah menjadi nafas hidup?

3. Adakah Bentuk Lain dari Bahagia?

Devina Yo & Laily Prihatiningtyas Adakah Bentuk Lain dari Bahagia?
Rabu, 23 Maret 2022 – 16:00 WIB

Meniti karir sebagai seorang jurnalis, mempertemukan Devina Yo dengan beragam realita yang hampir pasti dituliskannya dalam bentuk kata. Juga, berita. Judul bagian ini agak beda dari format template IG Live lainnya. Sebab, dalam sebuah percakapan saat Devina diajak untuk berkolaborasi, balasannya langsung menyentuh hati, “Sebenarnya,menarik kalau tanya kenapa Multatuli terbitin berita menyedihkan. Jadi kaya kontradiksi antara tema bahagia x laporan sedih dan menderita itu.

Baca Juga :  Hari Kebangkitan Nasional 2022

Bersama Laily Prihatiningtyas yang lebih tenang dikenal sebagai pencari hikmat, percakapan bersama kedua pencerita ini akan lebih banyak mengulas soal kemungkinan-kemungkinan dari format kebahagiaan di hadapan realita yang masih saja terus dipenuhi berita, cerita, dan fakta duka.

4. Aku Bahagia Jika Bisa Ngomong Bahasa Jepang

Adrie & Fannia - Aku Bahagia Jika Bisa Ngomong Bahasa Jepang
Kamis, 24 Maret 2022 – 16:00 WIB

Meledaknya tren komik atau manga selama pandemi menjadi pertanyaan dan permenungan tersendiri bagi para penggiat literasi. Sebegitu didambanya kehadiran narasi-narasi Jujutsu Kaisen, Chainsaw Man, Haikyuu!, Demon Slayer, dll untuk menemani waktu-waktu rebahan. Pun, didamba demi mengisi pencarian akan kebahagiaan. Bahkan, tak jarang sampai menyediakan waktu belajar bahasa dan kebudayaan Jepang demi memahami paradigma para mangaka dan karakter kesayangan.

Bersama Adrie dan Fania, keduanya dari NLEC (Northen Light Education Center) Pusat Bahasa Jepang, kita akan menggali lebih dalam soal makna kebahagiaan di balik nilai-nilai luhur sisi linguisik dan kebudayaan Jepang sendiri.

5. Aku Bakal Bahagia Jika Aku Bisa Healing

Amelia Devina - Aku Bakal Bahagia Jika Aku Bisa Healing
Jumat, 25 Maret 2022 – 16:00 WIB

Kebutuhan untuk HEALING rupanya menjadi semacam kebutuhan yang tidak kalah pentingnya dengan kepemilikan akan papan, pangan, sandang, dan cas-an. Tekanan dan kebosanan yang lahir karena pembatasan akibat pandemi langsung menyerang soal kesehatan mental, entah disadari atau tidak disadari. Kecenderungan untuk lebih mudah merasa tertekan, sepi, dan jadi lebih emosional adalah beberapa indikator yang bisa kita pantau.

Bersama Amelia Devina, seorang Praktisi Holistic Healing yang mendirikan Loveground, kita semua diajak untuk mencari simpul-simpul penting dalam kehidupan ini. Simpul-simpul ini menjadi pegangan untuk memaknai kebahagiaan dengan perspektif yang lebih majemuk, soal cinta, soal luka batin, soal intuisi, soal relasi, bahkan sampai soal masa lalu.

6. Aku Bisa Bahagia Jika Bisa Ngelarin Tugas Kuliah Tanpa Stres

Adella & Jasmine - Aku Bahagia Jika Bisa Ngelarin Tugas Kuliah Tanpa Stres
Senin, 28 Maret 2022 – 16:00 WIB

Dinamika kehidupan kuliah atau kampus, terasa lebih menyenangkan dan menantang dari pada pendidikan menengah atas. Setiap mahasiswi atau mahasiswa sudah beroleh ruang yang terbuka lebar untuk belajar hidup melalui partisipasi aktif dalam forum-forum diskusi atau organisasi. Namun, tak jarang keaktifan yang menjadi kebanggaan ini terkadang mengganggu dinamika inti perkuliahan: BIKIN PAPER dan PAPER!

Memaknai kebahagiaan dari perspektif remaja usia belasan yang sebentar lagi masuk ke usia kepala dua itu ibarat mencari titik keseimbangan antara apa disukai dan apa yang dicari (baca: dunia profesional). Mengikuti apa yang disukai memang menjadi penyemangat dalam hidup. Namun, saat menjelang wisuda, tantangannya bergeser ke soal karir. Bersama Adella dan Jasmine, kita akan berbincang soal mencari titik imbang antara passion dan cita-cita. Apakah di titik itu masih ada kebahagiaan? Kita bisa simak dalam perbincangan IG Live-nya.

Baca Juga :  BACK TO SCHOOL: Webinar Series for Teachers from Macmillan

7. Aku Bahagia Jika Bisa Hidup Memperjuangkan Nilai-Nilai Kehidupan Yang Aku Yakini

Dipidiff - Aku Bahagia Jika Bisa Hidup Memperjuangkan Nilai-Nilai Kehidupan Yang Aku Yakini
Selasa, 29 Maret 2022 – 16:00 WIB

Saat ditanya soal apa yang membuatnya bahagia, mbak Diana langsung menjawab, “Aku bahagia jika bisa hidup memperjuangkan nilai-nilai kehidupan yang aku yakini.” Sebagai seorang pendidik sekaligus penggiat literasi di Parij van Java, mbak Diana punya banyak cerita yang meyakinkan dirinya untuk menjawab soal memaknai kebahagiaan. Nilai-nilai yang nanti bisa kita gali dari ceritanya akan menjadi quote-quote menarik yang bisa kita posting dalam benak dan perjalan hidup kita.

Sembari berbagi inspirasi nilai-nilai kehidupan, sangat sayang jika tidak meminta rekomendasi bacaan-bacaan yang beliau sudah kupas tuntas dalam tulisan dan podcastnya.

8. Aku Bahagia Jika Aku Masih Sempet Yoga

Maria Rianty - Aku Bahagia Jika Aku Masih Sempet Yoga
Kamis, 31 Maret 2022 – 17:30 WIB

Memiliki pekerjaan dan tanggung jawab profesi yang padat tidak serta merta menyita me time yang menjadi pondasi bagi kewarasan. Sibuk, boleh. Terlena dalam kesibukan, jangan! Sebagai orang pecinta buku dan penikmat film, mbak Ri selalu menyempatkan dirinya untuk melakukan yoga di alam terbuka (sebut saja, di pantai-pantai di Bali) di tengah-tengah kesibukannya beradu akal dengan pasal-pasal hukum yang dipenuhi kata-kata dan logika bahasa. Perlu lebih sering ruang untuk mengisi keseimbangan jiwa dan rasa.

Bersama mbak Ri, kita akan berbincang lebih jauh soal keseimbangan hidup yang diupayakan terus menerus demi memaknai kebahagiaan melalui yoga. Jika pernah ada orang yang berujar dalam canda bahwa yoga adalah cabang olah raga yang membuat bapak-bapak insecure dengan one-pack-nya, kita lihat apa peran yoga dari kacamata Maria Rianty.

9. Aku Bakalan Senang Nek Kabeh Uwong Iso Ngomong Jowo

Maulita Katrin & Billy - Aku Bakalan Seneng Nek Kabeh Uwong Iso Ngomong Jowo
Jumat, 1 April 2022 – 16:00 WIB

IG Live pamungkas dengan multilingual dalam bahasa pengantar khusus kali ini bukan untuk memperlihatkan kedudukan bahasa Jawa di antara bahasa-bahasa daerah lainnya. Namun, pengalaman unik berbahasa yang di dalamnya ada upaya memaknai relasi, sopan santun, falsafah hidup, sampai soal ekspresi perasaan. Bahasa Jawa kali ini menjadi salah satu contoh pentingnya peran bahasa dan pentingnya menjaga tutur kata dalam upaya memaknai kebahagiaan.

Bersama Maulita, Katharina, dan Billy Aryo (cellist mega job), kita akan berbincang tentangan pengalaman mereka hidup di lingkungan orang-orang dengan bahasa Jowo sebagai bahasa pergaulan, bahasa persaudaraan, bahkan bahasa ujaran-umpatan. Masing-masing tentunya punya keunikan dalam memandang pengalaman berbahasa.

***

Konsep dasar IG Live kali ini adalah: NGOBROL & CURHAT. Sederhananya, akan ada 3 peran utama dalam IG Live. Pengumpan, yang bertugas mengarahkan obrolan. Pencerita, yang tentunya merespon arahan dari sang Pengumpan. Penanggap, yang bertugas ikut-ikutan nimbrung, tapi tingkat kerandoman peran ini sungguh jauh di atas rata-rata. Peran Pengumpan dan Penanggap ini nanti dari Periplus, bahkan dalam beberapa acara, sang Pengumpan pun adalah sekaligus sang Penanggap itu sendiri. Peran Pencerita di sini mendapatkan tempat yang spesial. Para Pencerita ini adalah sahabat pecinta buku, penggiat literasi, pemburu promo, teman sekolah, teman chattingan, bahkan sehati dan sejiwa’nya Periplus, sebagai sebuah toko buku.