Buku-Buku Pilihan untuk Memaknai Kebahagiaan

Bagikan Artikel
image: Periplus Toko Buku Online

Sebelum kita membaca rekomendasi buku-buku tentang kebahagiaan, Perimin mengajakmu untuk melihatnya dalam bingkai perayaan kultural. Tahun Baru China 2573 atau yang lebih dikenal imlek tahun ini akan diperingati pada 1 Februari 2022. Persis, menandai dimulainya tahun Shio Macan Air 2022. Secara ringkas, kisah historis Imlek berasal dari Dinasti Shang (1600–1046 SM). Konon, pada saat itu, sebagai wujud bakti dan hormat kepada leluhur, masyarakat mengadakan upacara pengorbanan di awal atau akhir tahun. Tahun berganti tahun, imlek juga dimaknai sebagai masa yang tepat untuk mempersembahkan hasil bumi sebagai bentuk syukur dan terima kasih atas panen yang melimpah. Kisah-kisah mitos pun membuat perayaan imlek menjadi lebih hidup dan dinanti. Menurut legenda, di setiap malam tahun baru, datanglah mahkluk besar bernama Nian. Rasa takut menghantui masyarakat. Hampir semua orang pun bersembunyi di dalam rumah. Namun pada suatu hari, dengan berani, seorang anak kecil keluar rumah untuk menantang Nian. Dia membunyikan banyak petasan. Rupanya, gantian Nian yang ketakutan dan menghilang. Keesokan harinya, orang-orang pun dengan lega merayakan dan memeriahkan pengalaman kebahagiaan hidup ini dengan menyalakan banyak petasan.

Sayangnya, tidak semua manusia modern memahami makna sesungguhnya dari perayaan Imlek ini. Masyarakat cenderung memadupadankan imlek dengan hari raya agama Buddha atau pestanya masyakarat keturunan etnis thionghoa. Padahal, bisa jadi mereka memeluk keyakinan Tao atau Kong Hu Cu. Imlek adalah perayaan tradisi menyambut musim semi. Perayaan ini diadakan untuk kembali menyiapkan diri guna masuk ke masa baru, sebuah masa di mana kebahagiaan dan kemakmuran menjadi harapan yang terus dicapai.

Kami juga merekomendasikan buku-buku tentang kebahagiaan yang membantumu memaknai apa itu kebahagiaan.

1. Happiness and Virtue Beyond East and West

Dalam bahasa yang cenderung serius, para pembaca diajak untuk melihat makna-makna dari nilai hidup, seperti Keberanian, Keadilan, Kemurahhatian, Rasa Syukur, Kebajikan, Pengendalian Diri, Rasa Hormat, Tanggung Jawab, Kesabaran, dll. Semua nilai ini dimaknai dalam satu bingkai besar: Kebahagiaan yang muncul dari seseorang yang memiliki kehendak baik.

1. Happiness and Virtue Beyond East and West

Dalam bahasa yang cenderung serius, para pembaca diajak untuk melihat makna-makna dari nilai hidup, seperti Keberanian, Keadilan, Kemurahhatian, Rasa Syukur, Kebajikan, Pengendalian Diri, Rasa Hormat, Tanggung Jawab, Kesabaran, dll. Semua nilai ini dimaknai dalam satu bingkai besar: Kebahagiaan yang muncul dari seseorang yang memiliki kehendak baik.

2. Beyond Beautiful

Buku ini mengajakmu untuk memahami cara mencintai diri melalui tips-tips praktis yang mudah dijalani setiap harinya. Mulai dari hal-hal sederhana, misalnya bercermin, aktivitas di media sosial, hal-hal bias yang kamu anggap selama ini sebagai upaya cinta diri, riasan, tata busana, bahkan sampai bentuk tubuh. Kamu bakal sampai pada titik di mana kamu akan berhenti membuang tenaga dan waktu untuk melakukan hal-hal yang alih-alih membuatmu nampak bahagia hanya dari penampilan fisik.

3. Where’s My Happy Ending

Anna Whitehouse dan Matt Farquharson mengumpulkan jawaban dari beragam orang dengan beragam latar belakang: mantan kupu-kupu malam, biksu yang selibat, sampai para hippie yang begitu mencintai kebebasan – Akankah hidupmu berakhir dalam kebahagiaan? Kapan? Di mana? Semua jawab menuju pada satu energi. Kita membilangnya, Cinta. Tidak sesederhana itu. Melalui curhatan yang lucu, terlalu polos, penuh dendam dan kecewa, sok menasehati, sampai kadang hanya masuk akal bulus, setiap kisah mengandung makna cinta yang … sayang jika kamu mengetahuinya melalui #rekomendasyik ini.

Baca Juga :  Quantum Marketing

4. Happily Imperfect

Terkenal dan dicintai karena begitu ringan hati untuk berbagi cerita dan mendengarkan kisah-kisah tentang masalah sehari-hari menuntun Stacey Solomon pada kesadaran baru: pentingnya merangkul diri sendiri, entah yang baik pun juga yang kurang baik. Inspirasi menarik datang dari cerita-cerita sensitif juga, seperti soal bentuk tubuh yang berubah setelah melahirkan, kecemasan yang tidak lekas terjawab, mati rasa terhadap pasangan, sampai soal bulu kaki. Dalam Happily Imperfect, Stacy meringkas semua cerita dalam anekdot dan narasi lucu untuk menerapkan pola pikir positif. Tujuannya,  lebih bebas secara emosional dan lebih bahagia. Amin! Lewat buku tentang kebahagiaan, Stacey bertutur dengan apik.

5. Happy Not Perfect: Upgrade Your Mind, Challenge Your Thoughts, and Free Yourself from Anxiety 

Di balik gambar senyum simpul bahagia a la instagram, tak dinyana Poppy Jamie juga berjuang mati-matian dengan perfeksionisme dan tujuan hidupnya. Pekerjaannya di bidang kesehatan mental membawanya menemukan teori menarik nan praktis: mengatasi krisis batin dan menata ulang pikiran. Konsepnya sederhana, semacam menata kembali jalur syaraf guna memberikan paradigma baru untuk melihat realita. Dengan demikian, pikiran kita sungguh bisa menyiapkan ruang untuk menerima kasih sayang, rasa ingin tahu yang mendalam, sampai kepasrahan sebagai settingan default.

6. Age-Well Project: Easy Ways to a Longer

Hampir 100 langkah praktis nan mudah ditawarkan oleh Annabel dan Susan bagi para ibu-ibu yang merasa tidak sebugar kala masih remaja dan muda. Apa yang diusulkan bukanlah hal rumit, mulai dari soal apa yang dimakan, kapan makan, suplemen apa yang paling tepat, kapan dan di mana asyiknya berolah raga, sampai metode terbaik untuk menjaga agak kinerja otak tetap optimal layaknya anak SD sedang persiapan Asesmen Kompetensi Minimum. Tujuannya, meski sudah paruh baya, ibu-ibu ini masih sempat untuk merasa sehat, bebas dari penyakit. Dan, bahagia. Buku tentang kebahagiaan ini menjadi pilihan yang tepat.

7. Healing Depression without Medication

Bayangkan jika selama ini, kamu salah memaknai apa itu depresi? Termasuk, salah langkah menanganinya? Memang obat antidepresan langsung siap sedia meredakan gempuran depresi berkelanjutan. Perkaranya, 5 dari 6 orang yang mengkonsumsinya malah semakin sedih, cemas, tidak fokus, dan susah tidur dari hari ke hari. Psikiater Jodie Skillicorn menghadirkan jalan baru. Disanggahnya depresi sebagai penyakit, bahkan mitos ketidakseimbangan neurokimiawi dan mengeksplorasi akar utama depresi. Berbasis penelitian dan bukti, metode holistik Dr. Skillicorn untuk mengalahkan depresi. Sederhananya, memberdayakan pembaca untuk menjadi tokoh sentral dalam penyembuhan diri mereka sendiri.

8. Happy Ever After: A Radical New Approach to Living Well

Paul Dolan menarik banyak bukti untuk mematahkan mitos umum tentang sumber kebahagiaan kita dan menunjukkan bahwa ada banyak jalan tak terduga menuju kebahagiaan abadi. Dengan membebaskan diri kita dari mitos kehidupan yang sempurna, kita masing-masing dapat menemukan kehidupan yang layak untuk dijalani. Apa saja itu?

9. Happier Now: How to Stop Chasing Perfection and Embrace Everyday Moments

Nataly Kogan, membagikan perjuangan seumur hidupnya dalam mencari apa itu kebahagiaan besar. Sampai akhirnya, dia membuat perubahan pola pikir penting yang memungkinkannya untuk hidup dengan lebih banyak cinta diri, kegembiraan, dan penuh makna. Nataly mendefinisikan kembali kebahagiaan sebagai keterampilan yang dapat dikembangkan oleh siapa saja. Bahkan, kamu pun bisa melakukannya. Semua itu ada di dalam buku ini, buku tentang kebahagiaan.

Baca Juga :  Memasak dengan Cinta - Editor's Pick

10. Real Happiness, 10th Anniversary Edition: A 28-Day Program to Realize the Power of Meditation

Mahaguru meditasi, Sharon Salzberg berbagi refleksi tentang Kebahagiaan Sejati dalam kerangka panduan lengkap untuk memulai dan mempertahankan praktik meditasi. Dimulai dengan teknik pernapasan dan duduk yang paling sederhana, dan berdasarkan pada tiga keterampilan utama—konsentrasi, perhatian penuh, dan cinta kasih. Di sinilah, siapa pun akan mendapatkan roh ketahanan, kreativitas, kedamaian, kejernihan, dan keseimbangan yang lebih besar.

11. Live Well Every Day: Your Plan For A Happy Body And Mind

Kesehatan dan kebahagiaan datang sebagai dampak kumulatif dari banyak perubahan kecil dan positif sehari-hari pada gaya hidup kita. Ini tentang membangun kebiasaan yang berkelanjutan dan sehat – mengambil langkah-langkah kecil dan terarah untuk masa depan yang sehat,” demikian tutur Dr. Alex dalam bukunya ini. Kata kunci kebahagiaan adalah konsistensi yang memberi kekuatan pada sistem kekebalan. Lantas, menjadi pondasi yang kuat untuk kesehatan mental, juga metabolisme dan kesehatan organ dalam. Di sinilah, apa yang dibenahi adalah soal gaya hidup. Barulah, kita bisa berdiskusi lebih erat tentang kebahagiaan itu sendiri.

12. It’s All in Your Head

Konsultan ahli saraf Dr. Suzanne O’Sullivan menyajikan pengalaman-pengalaman sakit psikosomatis yang terasa begitu nyata. Parahnya, bisa jadi kita tiba-tiba kejang, lumpuh, merasa buta, mati rasa, dan perasa aneh lainnya. Suzanne mendorong para pasiennya untuk melihat jauh ke dalam kondisi manusia. Di sana, bisa didapati rahasia yang sebenarnya kita simpan untuk diri kita sendiri. Di situlah, jawaban, obat penawar, sekaligus niscaya kehidupan yang bahagia.

13. Unwelcome Visitor: Depression and How I Survive It

Dengan gaya bahasa yang penuh humor, Denise Welch bicara soal kesehatan mental dari sisi klien itu sendiri. Pergulatan batin yang membawa dampak fisik dan emosional menuntun pada jawaban. Bahwasanya, ada penyakit yang terus menyertai kisah hidupnya mencapai kebahagiaan. Di sinilah, melalui buku tentang kebahagiaan, Denise mengajak kita untuk memahami perasan hancur ini sebagai media penerimaan diri.

14. My Age of Anxiety: Fear, Hope, Dread, and the Search for Peace of Mind

Stossel memotret sekaligus menyajikan narasi sejarah yang menakjubkan. Dia berkisar dari laporan medis Galen dan Hippocrates, Robert Burton dan Søren Kierkegaard, hingga penyelidikan oleh para ilmuwan besar abad kesembilan belas, seperti Charles Darwin, William James, dan Sigmund Freud. Stossel menyadari adanya sumber dan penyebab, dari  kecemasan. Stossel dengan gamblang menggambarkan manusia sebagai korban dari kecemasan—kekuatannya yang menghancurkan untuk melumpuhkan. Dengan gaya humoris dan inspiratif, Stossel menawarkan kepada pembaca, banyak wawasan yang luar biasa tentang faktor biologis, budaya, dan lingkungan yang berkontribusi pada penderitaan–demi kebahagiaan.